SELAMAT DATANG DI BLOG DUNIA DAN KEHIDUPAN

SELAMAT DATANG....., DUNIA DAN KEHIDUPAN,....... DUNIA DAN KEHIDUPAN

Selasa, 07 April 2026

SEDEKAH PADA 5 TUJUAN


 

Tentang EGO

 *Pengaruh EGO sangat menentukan perilaku Negat

IF*NegatIF

NegatIF  NegatIFMengelola EGO bisa dimulai dengan:

- Self-awareness: kenali kapan EGO kamu muncul dan bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku.

- Empati: coba lihat dari perspektif orang lain dan akui perasaan mereka.

- Mindfulness: fokus pada saat ini dan jangan terlalu terpaku pada ego.

- Terima kritik: lihat kritik sebagai kesempatan untuk belajar, bukan ancaman.


Tanya diri sendiri: "Apakah saya melakukan ini karena ingin membuktikan diri atau karena ingin mencapai sesuatu yang baik?"

EGO yang berlebihan bisa memicu perilaku negatif seperti:


- Narsisme: terlalu fokus pada diri sendiri dan menganggap diri lebih baik dari orang lain.

- Tidak mau mengakui kesalahan: sulit menerima kritik dan cenderung menyalahkan orang lain.

- Sulit berempati: kurang peduli dengan perasaan orang lain.

- Agresif: mudah marah atau defensif ketika merasa terancam.


EGO juga bisa mempengaruhi hubungan interpersonal, membuat orang jadi sulit bekerja sama atau menerima pendapat orang lain.


Mau tahu lebih lanjut tentang bagaimana mengelola EGO?

Gimana, ada yang ingin kamu coba?  

Rabu, 25 Februari 2026

Senin, 23 Februari 2026

Qs. Adhu ha...,

 Adh-Dhuha

Makkiyah · 11


وَالضُّحٰىۙ ۝١

wadl-dluḫâ

Demi waktu duha


وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ۝٢

wal-laili idzâ sajâ

dan demi waktu malam apabila telah sunyi,


مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ۝٣

mâ wadda‘aka rabbuka wa mâ qalâ

Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.


وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ۝٤

wa lal-âkhiratu khairul laka minal-ûlâ

Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).


وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ۝٥

wa lasaufa yu‘thîka rabbuka fa tardlâ

Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.


اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ۝٦

a lam yajidka yatîman fa âwâ

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);


وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ۝٧

wa wajadaka dlâllan fa hadâ

mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);


وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ۝٨

wa wajadaka ‘â'ilan fa aghnâ

dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?


فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ۝٩

fa ammal-yatîma fa lâ taq-har

Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.


وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ۝١٠

wa ammas-sâ'ila fa lâ tan-har

Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.


وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ ۝١١

wa ammâ bini‘mati rabbika fa ḫaddits

Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur