SELAMAT DATANG DI BLOG DUNIA DAN KEHIDUPAN

SELAMAT DATANG....., DUNIA DAN KEHIDUPAN,....... DUNIA DAN KEHIDUPAN

Rabu, 05 Oktober 2022

NEGARA NEGARA DIBENUA EROPAH

 [4/10 19.45] Ludfi: NEWS / INTERNASIONAL Selasa, 04 Oktober 2022

Daftar Negara Benua Eropa Terlengkap



Daftar Negara Benua Eropa Terlengkap

Daftar Negara Benua Eropa - Peta negara-negara di Eropa. (Foto: AFP)

Benua Eropa merupakan benua terkecil di dunia setelah benua Australia. Benua Eropa juga disebut dengan Benua Biru karena mayoritas penduduk Eropa memiliki mata yang berwarna biru. Kalian tahu apa saja daftar negara benua Eropa?


Selain itu, benua biru juga dapat diartikan dengan darah biru bagi bangsawan kerajaan yang pernah menduduki Eropa seperti pada masa Romawi. Benua Eropa memiliki total populasi yang mendiami beberapa wilayah Eropa seperti Eropa Utara, Eropa Timur, Eropa Barat dan Eropa Selatan.


Dalam peta geografis, benua Eropa adalah satu bagian dari beberapa negara di Asia atau yang bisa disebut dengan Eurasia. Letak geografis benua Eropa yakni 36°LU-71°LU dan 9°BB-66°BT. Benua Eropa membujur dari bagian barat ke timur sejauh 5.300 km dan melintang sejauh 3.950 km dan memiliki luas 10.900.000 km².


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui 44 negara berdaulat yang ada di benua Eropa. Apa saja negara yang ada di benua Eropa? Berikut adalah daftar negara benua Eropa.




1. Eropa Utara


Eropa utara merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Samudra Arktik atau kutub utara. Eropa Utara banyak dihuni oleh bangsa Skandinavia. Dalam kawasan Eropa utara terdapat beberapa negara, antara lain.



Denmark – Ibukota Kopenhagen

Norwegia – Ibukota Oslo

Swedia – Ibukota Stockholm

Finlandia – Ibukota Helsinki

Islandia – Ibukota Reykjavik

2. Eropa Timur



Eropa timur merupakan kawasan daratan yang berbatasan langsung degan Benua Asia. Sebelumnya Eropa timur merupakan negara Uni Soviet yang kemudian pecah menjadi beberapa negara, antara lain:


Rusia – Ibukota Moskow

Belarus – Ibukota Minsk

Estonia – Ibukota Tallinn

Latvia – Ibukota Riga

Ukrania – Ibukota Kiev

Lithuania – Ibukota Vilnius

Moldova - Ibukota Khisinev

3. Eropa Barat


Eropa barat merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Samudra Atlantik. Kawasan tersebut memiliki beberapa negara, antara lain:

Austria – Ibukota Wina

Belanda – Ibukota Amsterdam

Inggris – Ibukota London

Irlandia – Ibukota Dublin

Perancis – Ibukota Paris

Belgia – Ibukota Brussels

Jerman – Ibukota Berlin

Swiss – Ibukota Bern

Luxemburg – Ibukota Luxemburg

Monako – Ibukota Monako

Liechtenstein – Ibukota Vaduz

4. Eropa Selatan


Eropa selatan merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan laut Mediterania dan benua Afrika. Kawasan tersebut memiliki beberapa negara, antara lain:


Yunani – Ibukota Athena

Italia – Ibukota Roma

Portugal – Ibukota Lisbon

Spanyol – Ibukota Madrid

Vatikan – Ibukota Vatikan

San Marino – Ibukota San Marino

Malta – Ibukota Valleta

Andorra – Ibukota Andorra la Vella

5. Eropa Tengah


Eropa tengah merupakan kawasan yang dikelilingi oleh negara-negara eropa yang berada di kawasan utara, timur, selatan, dan barat. Kawasan tersebut memiliki beberapa negara antara lain:



Albania – Ibukota Tirana

Bulgria – Ibukota Sofia

Bosnia Herzegovina - Ibukota Sarajevo

Ceko - Ibukota Praha

Hongaria - Ibukota Budapest

Kroasia - Ibukota Zagreb

Makedonia Utara - Ibukota Skopje

Montenegro - Ibukota Titograd

Rumania - Ibukota Bukares

Polandia - Ibukota Warsawa

Slovakia - Ibukota Bratislava

Slovenia - Ibukota Ljulbjana

Serbia - Ibukota Belgrado

Itulah daftar negara benua Eropa lengkap dengan ibukotanya yang perlu kamu ketahui.


Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Selasa, 04 Oktober 2022

Minggu, 02 Oktober 2022

Sabtu, 01 Oktober 2022

KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH PERMAINAN

 


Hidup di Dunia Hanyalah Kesenangan Yang Menipu

KHAZANAH

Hidup di Dunia Hanyalah Kesenangan Yang Menipu

10 Juni 2016, 14:38


Jakarta, Aktual.com —Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, sambil memegang pundak iparnya:


كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ


“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat (musafir).” (Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 6416)


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ


“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20)


Wahai saudaraku yang beriman seperti kita ketahui bahwa manusia dalam kehidupan saat ini hampir menjadi lupa daratan, menjadi ingkar, menjadi tidak dapat bersyukur, menjadi durhaka dan berkhianat.


Mereka melupakan tujuan hidupnya ketika di dunia dan hanya mengejar kenikmatan dunia. Dunia yang dikejar akan berakhir. Tempat manusia hidup. Tempat manusia memuja kenikmatan. Semuanya menjadi sia-sia belaka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ؕ وَلَـلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ؕ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”[QS. Al-An’am: Ayat 32]

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌ ؕ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَـيَوَانُ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui”.

[QS. Al-‘Ankabut: Ayat 64]


Sebagai umat muslim, pernahkah kita berdoa kepada Allah dengan segala sesuatu yang kita ingini dalam hati. Terkadang kita menginginkan doa tersebut disegerakan untuk dikabulkan. Namun kita lupa bahwa Allah lebih mengetahui apa yang sesungguhnya terbaik untuk kita. Bukankah akan lebih mulia jika doa kita tadi dikabulkan oleh Allah diakhirat ??.

اِنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ؕ وَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ اُجُوْرَكُمْ وَلَا يَسْـئَــلْكُمْ اَمْوَالَكُمْ

“Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu, dan Dia tidak akan meminta hartamu”.[QS. Muhammad: Ayat 36]


Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan menetapkan segala sesuatu bagi hambaNya kecuali dengan kebaikan bagi kita, dan Allah lebih mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui.


Wahai saudaraku, dunia ini memiliki dua sisi yang bertolak belakang yaitu sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyedihkan. Sesuatu yang menyenangkan adalah ketika kita mendapatkan kenikmatan, segala keinginan tercapai, jalan-jalan di taman yang kita lalui menjadi indah bagaikan menjadi raja dalam sekejap. Sedangkan kesedihan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat pikiran gelisah, rasa bersalah, terhimpit kekurangan pangan, terancam kenyamanan dan keamanan diri, melihat sesuatu yang tidak disukai dan sebagainya.


Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu dalam Tafsir-nya, “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang hakikat dunia dan apa yang ada di atasnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan akhir kesudahannya dan kesudahan penduduknya. Dunia adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Mempermainkan tubuh dan melalaikan hati. Bukti akan hal ini didapatkan dan terjadi pada anak-anak dunia [1]. Engkau dapati mereka menghabiskan waktu-waktu dalam umur mereka dengan sesuatu yang melalaikan hati dan melengahkan dari berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun janji (pahala dan surga, –pent.) dan ancaman (adzab dan neraka, –pent.) yang ada di hadapan, engkau lihat mereka telah menjadikan agama mereka sebagai permainan dan gurauan belaka. Berbeda halnya dengan orang yang sadar dan orang-orang yang beramal untuk akhirat. Hati mereka penuh disemarakkan dengan dzikrullah, mengenali dan mencintai-Nya. Mereka sibukkan waktu-waktu mereka dengan melakukan amalan yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah daripada membuangnya untuk sesuatu yang manfaatnya sedikit.”


Asy-Syaikh rahimahullahu melanjutkan, “Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan permisalan bagi dunia dengan hujan yang turun di atas bumi. Suburlah karenanya tumbuh-tumbuhan yang dimakan oleh manusia dan hewan. Hingga ketika bumi telah memakai perhiasan dan keindahannya, dan para penanamnya, yang cita- cita dan pandangan mereka hanya sebatas dunia, pun terkagum-kagum karenanya. Datanglah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akhirnya tanaman itu layu, menguning, kering dan hancur. Bumi kembali kepada keadaannya semula, seakan- akan belum pernah ada tetumbuhan yang hijau di atasnya. Demikianlah dunia. Tatkala pemiliknya bermegah-megahan dengannya, apa saja yang ia inginkan dari tuntutan dunia dapat ia peroleh. Apa saja perkara dunia yang ia tuju, ia dapatkan pintu-pintunya terbuka. Namun tiba-tiba ketetapan takdir menimpanya berupa hilangnya dunianya dari tangannya. Hilangnya kekuasaannya… Jadilah ia meninggalkan dunia dengan tangan kosong, tidak ada bekal yang dibawanya kecuali kain kafan….” (Taisir Al-Karimirir Rahman, hal. 841)


Namun sebesar apa pun nikmat yang diberikan Allah kepada kita, nikmat itu tidak akan pernah terasa jikalau hati kita tidak diliputi rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi Rahmat. Bukan karena sedikitnya nikmat yang kita peroleh, akan tetapi lantaran begitu besarnya nikmat itu sehingga tak ada satu pun dari apa yang kita usahakan yang terlepas darinya. Ibarat seekor kutu di atas punggung seekor gajah.


Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkisah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat). Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata:


أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا: وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ


“Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?” “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344)


Tidak sedikit orang yang dikaruniakan kekayaan, kesehatan, kelapangan rezeki yang merasa sempit hati lantaran dengki melihat tetangganya mendapatkan nikmat. Ada pula yang orang-orang sengaja mendramatisasi kehidupannya sehingga hidupnya tampak sangat menderita, padahal semua yang ditangisinya hanyalah tak lebih dari fantasi yang tidak pernah terjadi. Ketahuilah bahwa Allah tidak pernah mendzolimi hambanya, tetapi

merekalah yang mendzolimi diri mereka sendiri.


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;


وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”[QS. Ibrahim: Ayat 7]


Saudaraku ketahuilah, kenyataan di dunia yang kita lihat dan rasakan itu merupakan sebagian kecil perumpamaan keadaan di negeri akhirat kelak. Jauh bandingannya dengan keadaan di sana. Jika kita silau terhadap keindahan-keindahan dunia, ketahuilah kelak keindahan dunia ini akan sirna dari ingatan kita ketika kita masuk ke dalam negeri akhirat.

Seindah-indah wajah dunia, tak akan dapat menyamai keindahan surga di negeri akhirat. Dunia yang fana ini serba terbatas. Dunia hanyalah tempat singgah. Ibarat kita dalam perjalanan yang sangat jauh, singgah di bawah pohon satu atau dua jam 

Untuk