Jumat, 30 Desember 2022
Kamis, 29 Desember 2022
Minggu, 25 Desember 2022
Jumat, 23 Desember 2022
Sabtu, 12 November 2022
Senin, 24 Oktober 2022
Rabu, 05 Oktober 2022
NEGARA NEGARA DIBENUA EROPAH
[4/10 19.45] Ludfi: NEWS / INTERNASIONAL Selasa, 04 Oktober 2022
Daftar Negara Benua Eropa Terlengkap
Daftar Negara Benua Eropa Terlengkap
Daftar Negara Benua Eropa - Peta negara-negara di Eropa. (Foto: AFP)
Benua Eropa merupakan benua terkecil di dunia setelah benua Australia. Benua Eropa juga disebut dengan Benua Biru karena mayoritas penduduk Eropa memiliki mata yang berwarna biru. Kalian tahu apa saja daftar negara benua Eropa?
Selain itu, benua biru juga dapat diartikan dengan darah biru bagi bangsawan kerajaan yang pernah menduduki Eropa seperti pada masa Romawi. Benua Eropa memiliki total populasi yang mendiami beberapa wilayah Eropa seperti Eropa Utara, Eropa Timur, Eropa Barat dan Eropa Selatan.
Dalam peta geografis, benua Eropa adalah satu bagian dari beberapa negara di Asia atau yang bisa disebut dengan Eurasia. Letak geografis benua Eropa yakni 36°LU-71°LU dan 9°BB-66°BT. Benua Eropa membujur dari bagian barat ke timur sejauh 5.300 km dan melintang sejauh 3.950 km dan memiliki luas 10.900.000 km².
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui 44 negara berdaulat yang ada di benua Eropa. Apa saja negara yang ada di benua Eropa? Berikut adalah daftar negara benua Eropa.
1. Eropa Utara
Eropa utara merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Samudra Arktik atau kutub utara. Eropa Utara banyak dihuni oleh bangsa Skandinavia. Dalam kawasan Eropa utara terdapat beberapa negara, antara lain.
Denmark – Ibukota Kopenhagen
Norwegia – Ibukota Oslo
Swedia – Ibukota Stockholm
Finlandia – Ibukota Helsinki
Islandia – Ibukota Reykjavik
2. Eropa Timur
Eropa timur merupakan kawasan daratan yang berbatasan langsung degan Benua Asia. Sebelumnya Eropa timur merupakan negara Uni Soviet yang kemudian pecah menjadi beberapa negara, antara lain:
Rusia – Ibukota Moskow
Belarus – Ibukota Minsk
Estonia – Ibukota Tallinn
Latvia – Ibukota Riga
Ukrania – Ibukota Kiev
Lithuania – Ibukota Vilnius
Moldova - Ibukota Khisinev
3. Eropa Barat
Eropa barat merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Samudra Atlantik. Kawasan tersebut memiliki beberapa negara, antara lain:
Austria – Ibukota Wina
Belanda – Ibukota Amsterdam
Inggris – Ibukota London
Irlandia – Ibukota Dublin
Perancis – Ibukota Paris
Belgia – Ibukota Brussels
Jerman – Ibukota Berlin
Swiss – Ibukota Bern
Luxemburg – Ibukota Luxemburg
Monako – Ibukota Monako
Liechtenstein – Ibukota Vaduz
4. Eropa Selatan
Eropa selatan merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan laut Mediterania dan benua Afrika. Kawasan tersebut memiliki beberapa negara, antara lain:
Yunani – Ibukota Athena
Italia – Ibukota Roma
Portugal – Ibukota Lisbon
Spanyol – Ibukota Madrid
Vatikan – Ibukota Vatikan
San Marino – Ibukota San Marino
Malta – Ibukota Valleta
Andorra – Ibukota Andorra la Vella
5. Eropa Tengah
Eropa tengah merupakan kawasan yang dikelilingi oleh negara-negara eropa yang berada di kawasan utara, timur, selatan, dan barat. Kawasan tersebut memiliki beberapa negara antara lain:
Albania – Ibukota Tirana
Bulgria – Ibukota Sofia
Bosnia Herzegovina - Ibukota Sarajevo
Ceko - Ibukota Praha
Hongaria - Ibukota Budapest
Kroasia - Ibukota Zagreb
Makedonia Utara - Ibukota Skopje
Montenegro - Ibukota Titograd
Rumania - Ibukota Bukares
Polandia - Ibukota Warsawa
Slovakia - Ibukota Bratislava
Slovenia - Ibukota Ljulbjana
Serbia - Ibukota Belgrado
Itulah daftar negara benua Eropa lengkap dengan ibukotanya yang perlu kamu ketahui.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Selasa, 04 Oktober 2022
Minggu, 02 Oktober 2022
Sabtu, 01 Oktober 2022
KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH PERMAINAN
Hidup di Dunia Hanyalah Kesenangan Yang Menipu
KHAZANAH
Hidup di Dunia Hanyalah Kesenangan Yang Menipu
10 Juni 2016, 14:38
Jakarta, Aktual.com —Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, sambil memegang pundak iparnya:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat (musafir).” (Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 6416)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20)
Wahai saudaraku yang beriman seperti kita ketahui bahwa manusia dalam kehidupan saat ini hampir menjadi lupa daratan, menjadi ingkar, menjadi tidak dapat bersyukur, menjadi durhaka dan berkhianat.
Mereka melupakan tujuan hidupnya ketika di dunia dan hanya mengejar kenikmatan dunia. Dunia yang dikejar akan berakhir. Tempat manusia hidup. Tempat manusia memuja kenikmatan. Semuanya menjadi sia-sia belaka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ؕ وَلَـلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ؕ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”[QS. Al-An’am: Ayat 32]
وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌ ؕ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَـيَوَانُ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui”.
[QS. Al-‘Ankabut: Ayat 64]
Sebagai umat muslim, pernahkah kita berdoa kepada Allah dengan segala sesuatu yang kita ingini dalam hati. Terkadang kita menginginkan doa tersebut disegerakan untuk dikabulkan. Namun kita lupa bahwa Allah lebih mengetahui apa yang sesungguhnya terbaik untuk kita. Bukankah akan lebih mulia jika doa kita tadi dikabulkan oleh Allah diakhirat ??.
اِنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ؕ وَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ اُجُوْرَكُمْ وَلَا يَسْـئَــلْكُمْ اَمْوَالَكُمْ
“Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu, dan Dia tidak akan meminta hartamu”.[QS. Muhammad: Ayat 36]
Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan menetapkan segala sesuatu bagi hambaNya kecuali dengan kebaikan bagi kita, dan Allah lebih mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui.
Wahai saudaraku, dunia ini memiliki dua sisi yang bertolak belakang yaitu sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyedihkan. Sesuatu yang menyenangkan adalah ketika kita mendapatkan kenikmatan, segala keinginan tercapai, jalan-jalan di taman yang kita lalui menjadi indah bagaikan menjadi raja dalam sekejap. Sedangkan kesedihan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat pikiran gelisah, rasa bersalah, terhimpit kekurangan pangan, terancam kenyamanan dan keamanan diri, melihat sesuatu yang tidak disukai dan sebagainya.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu dalam Tafsir-nya, “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang hakikat dunia dan apa yang ada di atasnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan akhir kesudahannya dan kesudahan penduduknya. Dunia adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Mempermainkan tubuh dan melalaikan hati. Bukti akan hal ini didapatkan dan terjadi pada anak-anak dunia [1]. Engkau dapati mereka menghabiskan waktu-waktu dalam umur mereka dengan sesuatu yang melalaikan hati dan melengahkan dari berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun janji (pahala dan surga, –pent.) dan ancaman (adzab dan neraka, –pent.) yang ada di hadapan, engkau lihat mereka telah menjadikan agama mereka sebagai permainan dan gurauan belaka. Berbeda halnya dengan orang yang sadar dan orang-orang yang beramal untuk akhirat. Hati mereka penuh disemarakkan dengan dzikrullah, mengenali dan mencintai-Nya. Mereka sibukkan waktu-waktu mereka dengan melakukan amalan yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah daripada membuangnya untuk sesuatu yang manfaatnya sedikit.”
Asy-Syaikh rahimahullahu melanjutkan, “Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan permisalan bagi dunia dengan hujan yang turun di atas bumi. Suburlah karenanya tumbuh-tumbuhan yang dimakan oleh manusia dan hewan. Hingga ketika bumi telah memakai perhiasan dan keindahannya, dan para penanamnya, yang cita- cita dan pandangan mereka hanya sebatas dunia, pun terkagum-kagum karenanya. Datanglah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akhirnya tanaman itu layu, menguning, kering dan hancur. Bumi kembali kepada keadaannya semula, seakan- akan belum pernah ada tetumbuhan yang hijau di atasnya. Demikianlah dunia. Tatkala pemiliknya bermegah-megahan dengannya, apa saja yang ia inginkan dari tuntutan dunia dapat ia peroleh. Apa saja perkara dunia yang ia tuju, ia dapatkan pintu-pintunya terbuka. Namun tiba-tiba ketetapan takdir menimpanya berupa hilangnya dunianya dari tangannya. Hilangnya kekuasaannya… Jadilah ia meninggalkan dunia dengan tangan kosong, tidak ada bekal yang dibawanya kecuali kain kafan….” (Taisir Al-Karimirir Rahman, hal. 841)
Namun sebesar apa pun nikmat yang diberikan Allah kepada kita, nikmat itu tidak akan pernah terasa jikalau hati kita tidak diliputi rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi Rahmat. Bukan karena sedikitnya nikmat yang kita peroleh, akan tetapi lantaran begitu besarnya nikmat itu sehingga tak ada satu pun dari apa yang kita usahakan yang terlepas darinya. Ibarat seekor kutu di atas punggung seekor gajah.
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkisah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat). Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata:
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا: وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
“Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?” “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344)
Tidak sedikit orang yang dikaruniakan kekayaan, kesehatan, kelapangan rezeki yang merasa sempit hati lantaran dengki melihat tetangganya mendapatkan nikmat. Ada pula yang orang-orang sengaja mendramatisasi kehidupannya sehingga hidupnya tampak sangat menderita, padahal semua yang ditangisinya hanyalah tak lebih dari fantasi yang tidak pernah terjadi. Ketahuilah bahwa Allah tidak pernah mendzolimi hambanya, tetapi
merekalah yang mendzolimi diri mereka sendiri.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”[QS. Ibrahim: Ayat 7]
Saudaraku ketahuilah, kenyataan di dunia yang kita lihat dan rasakan itu merupakan sebagian kecil perumpamaan keadaan di negeri akhirat kelak. Jauh bandingannya dengan keadaan di sana. Jika kita silau terhadap keindahan-keindahan dunia, ketahuilah kelak keindahan dunia ini akan sirna dari ingatan kita ketika kita masuk ke dalam negeri akhirat.
Seindah-indah wajah dunia, tak akan dapat menyamai keindahan surga di negeri akhirat. Dunia yang fana ini serba terbatas. Dunia hanyalah tempat singgah. Ibarat kita dalam perjalanan yang sangat jauh, singgah di bawah pohon satu atau dua jam
Senin, 26 September 2022
Tentang Bulan Muharram
Bulan Muharram, adalah bulan pertama untuk hitungan Tahun Hijriyah. Disebut pula bulan Asyura. Tahun hijriyah merupakan perhitungan bulan atau tahun berdasarkan bulan (qomariyah), perhitungan waktu dari hari kehari menurut peredaran atau pergerakan bulan , yang mana lamanya bisa 30 hari dan juga bisa 29 hari. Istilah Hijriyah diambil dari momentum hijrahnya Nabi Muhammad yaitu hijrah atau pindah dari Mekah ke Madinah.
Ilustrasi. Banyak peristiwa penting yang terjadi di Muharram, terutama di hari kesepuluh Muharram atau hari Asyura. /Pixabay/qimono
1. Diterimanya taubat Nabi Adam as oleh Allah SWT setelah diturunkan dari surga.
2. Diangkatnya Nabi Idris as ke tempat yang tinggi.
3. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan.
4. Selamatnya Nabi Ibrahim as dari siksa Namrud, berupa api yang membakar.
5. Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah.
6. Nabi Yunus as selamat, keluar dari perut ikan hiu.
7. Nabi Ayyub as disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan.
8. Nabi Musa as dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir'aun di Laut Merah.
9. Diturunkannya Kitab Taurat kepada Nabi Musa as.
10. Disembuhkannya Nabi Ya'qub as dari wasilah pakaiannya Nabi Yusuf as.
11. Diampuninya Nabi Daud as dari kesalahannya.
12. Diberinya Nabi Sulaiman as kekuasaan berupa kerajaan.
13. Diangkatnya Nabi Isa as ke langit setelah dikepung bangsa Romawi.
14. Diampuninya kesalahan yang telah lewat dan yang akan datang dari Nabi Muhammad saw.
Berbagai peristiwa penting itu menunjukkan betapa mulianya bulan Muharram yang bersejarah dan penuh pelajaran yang berharga.***
Jumat, 23 September 2022
TEntang BENUA AMERIKA
Bola.com, Jakarta - Benua Amerika merupakan satu di antara benua terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya. Benua Amerika menjadi benua terbesar kedua setelah Asia, dengan luas wilayah sekitar 42.292.000 km.
Berdasarkan sejarah, Benua Amerika kali pertama ditemukan oleh seorang pelaut dari Italia bernama Christopher Colombus, pada 1 Agustus 1498. Colombus menginjakkan kaki pertama kali di daratan Amerika, di Semenanjung Paria atau yang sekarang dikenal dengan nama Venezuela.
Pemberian nama Amerika berasal dari nama seorang pelaut Italia, yakni Amerigo Vespucci. Amerigo berhasil melakukan penjelajahan hingga ke Amerika pada 1501-1503. Sementara, Christopher Colombus, namanya diabadikan sebagai nama sebuah kota di Amerika.
Secara umum, wilayah yang ada di benua Amerika terbagi menjadi tiga bagian, yakni Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah.
Di Benua Amerika berisi 35 negara lebih yang tersebar di ketiga wilayah tersebut. Negara mana saja yang termasuk Benua Amerika?
Berikut ini daftar negara-negara yang berada di benua Amerika beserta nama ibu kotanya, dilansir dari laman ilmugeografi.com, Kamis (29/7/2021)
2 dari 4 halaman
1. Amerika Utara
No. Nama Negara - Ibu kota
1. Kanada - Ottawa
2. Amerika Serikat - Washington
3. Meksiko - Mexico City
2. Amerika Tengah
No. Nama Negara - Ibu kota
1. Kepulauan Bahama - Nassau
2. Republik Kuba - Havana
3. Haiti - Port Au Prince
4. Republik Dominika - Santo Dominggo
5. Puerto Rico - San Juan
6. Saint Kitts dan Nevis - Basseterre
7. Martinique - Fort de France
8. Antigua dan Barbuda - Saint John's
9. Barbados - Bridgetown
10. Jamaika - Kingston
11. Saint Lucia - Castries
12. Saint Vincent dan Grenadine - Kingtown
13. Belize - Belmopan
14. Guatemala - Guatemala
15. El Savador - San Salvado
16. Honduras - Tegucigalpa
17. Nikaragua - Managua
18. Kosta Rika - San Jose
19. Panama - Panama
3. Amerika Selatan
No. Nama Negara - Ibu kota
1. Guadeloupe - St. George's
2. Trinidad dan Tobago - Port of Span
3. Venezuela - Caracas
4. Kolombia - Bogota
5. Guyana - Georgetown
6. Suriname - Paramaribo
7. Guiana - Cayennye
8. Brazil - Brazilia
9. Equador - Quito
10. Peru - Lima
11. Bolivia - Lapaz
12. Chili - Santiago
13. Paraguay - Asuncion
14. Uruguay - Montevideo
15. Argentina - Buenos Aires
Sumber: Ilmugeografi
Minggu, 04 September 2022
NABI MUHAMMAD HATAMAN NABIYYIN
Jakarta - Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT dengan membawa kabar gembira sekaligus peringatan bagi seluruh umat. Rasulullah SAW kemudian mendapat julukan Khataman Nabiyyin.
Mempercayai keberadaan nabi dan rasul termasuk rukun iman yang keempat. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia. Dari sekian banyak nabi dan rasul, 25 di antaranya wajib diimani.
Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS sebagai nabi pertama dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Artinya, tidak ada nabi lagi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al Ahzab Ayat 40, Allah berfirman:
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا
Artinya: "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al Ahzab: 40).
Sebagaimana firman tersebut, Nabi Muhammad SAW mendapat gelar Khātam an-Nabiyyīn (خاتم النبيين) atau penutup para nabi dan rasul. Dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, tidak akan ada lagi nabi setelah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda: "Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku." (HR. Abu Dawud).
Nabi Muhammad SAW memiliki nasab dan keturunan yang mulia. Diceritakan dalam Sirah Nabawiyah oleh Imam Nawawi, ayah Nabi Muhammad SAW adalah Abdullah bin Abdul Muththalib. Ayahnya memiliki saudara laki-laki Al-Abbas, Hanzah, Abu Thalib yang nama aslinya adalah Abu Manaf, Az-Zubair, Al-Harts, Hajl, Al-Muqawwim, Dhirar, dan Abu Lahab dengan nama asli Abdul Uzza.
Abdullah juga memiliki saudara perempuan bernama Shafiyyah, Ummu Hakim Al-Baidha', Atikah, Umaimah, Arwa, dan Barrah. Abdullah lahir dari istri Abdul Muththalib yang bernama Fathimah binti Amr. Kakek Nabi Muhammad SAW adalah Abdul Muththalib bin Hasyim.
Sementara itu, ibunda Nabi Muhammad SAW merupakan wanita yang paling baik nasab dan keturunannya di kalangan Quraisy. Wanita mulia tersebut bernama Aminah Binti Wahb. Ia adalah putri dari Barrah binti Abdul Uzza bin Utsman bin Abduddaar bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr.
Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah atau bertepatan dengan tahun 570 Masehi. Ia lahir dalam keadaan yatim. Ayah Rasulullah SAW meninggal saat ia masih dalam kandungan.
Sejak lahir, ada banyak tanda-tanda kenabian yang muncul pada diri Rasulullah SAW. Seiring berjalannya waktu, Rasulullah SAW tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berbakti kepada ibu, paman, kakek dan orang-orang yang dekat dengan beliau.
Menginjak dewasa, Rasulullah SAW menikah dengan saudagar kaya bernama Siti Khadijah. Bahkan, usia keduanya terpaut 15 tahun. Rasulullah SAW saat itu tengah berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu saat usia 40 tahun. Allah SWT menurunkan kitab suci Al Quran secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW. Al Quran menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Di dalamnya mengandung seluruh aspek hukum bagi kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat.
Selain itu, Al Quran merupakan sumber hukum Islam yang utama. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 105 sebagai berikut:
إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat," (QS. An-Nisa:105).
Baca juga:
Kamis, 01 September 2022
TenTang Sang Inspektur Jenderal Pol.
Jumat, 26 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022
TENTANG DAJJAL
AL-MASIH AD-DAJJAL
Oleh
Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil
13. Penyebutan Dajjal Dalam al-Qur-an
Para ulama bertanya-tanya tentang hikmah tidak disebutkannya Dajjal secara jelas di dalam al-Qur-an padahal fitnahnya sangat besar. Demikian pula peringatan para Nabi terhadapnya (dalam al-Qur-an), juga perintah agar me-mohon perlindungan dari fitnahnya di dalam shalat. Mereka menjawabnya dengan beberapa jawaban di antaranya:
a. Sesungguhnya Dajjal diungkapkan dalam kandungan lafazh اَلآيَاتُ (tanda-tanda) yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
“… pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu…” [Al-An’aam: 158]
Tanda-tanda yang dimaksud adalah Dajjal, terbitnya matahari dari barat, dan binatang. Semuanya diungkapkan dalam penafsiran ayat ini.
Imam Muslim dan at-Tirmidzi رحمهما الله meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثٌ إِذَا خَـرَجْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِـيْ إِيْمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوْعُ الشَمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ.
‘Ada tiga hal yang jika keluar, maka tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebaikan dengan imannya itu: terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi.’” [1]
b. Sesungguhnya al-Qur-an menyebutkan turunnya Nabi ‘Isa Alihissallam, dan Nabi ‘Isalah yang akan membunuh Dajjal. Maka menyebutkan Masiihul Huda sudah cukup, sehingga tidak perlu menyebutkan Masihudh Dhalaa-lah. Dan kebiasaan orang Arab adalah merasa cukup dengan menyebut-kan salah satu yang berlawanan tanpa menyebutkan yang lainnya.
c. Sesungguhnya dia (Dajjal) di sebutkan dalam firman-Nya:
لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” [Al-Mu’min: 57]
Sesungguhnya yang dimaksud dengan manusia di sini adalah Dajjal, ayat ini termasuk pengungkapan semua komponen untuk sebagian darinya.
Abul ‘Aliyah rahimahullah[2] berkata, “Maknanya adalah lebih besar daripada penciptaan Dajjal ketika kaum Yahudi membesar-besarkannya.” [3]
Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Dan ini -jika memang telah tetap- merupakan sebaik-baiknya jawaban, maka termasuk tanggung jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjelaskannya, wallaahu a’lam.” [4]
d. Sesungguhnya al-Qur-an tidak menyebutkan Dajjal secara jelas sebagai pelecehen terhadapnya karena dia telah mengaku sebagai tuhan padahal dia adalah manusia, di mana keadaan sangat bertentangan dengan kemuliaan Rabb, keagungan, kesempurnaan, dan kesuciaan-Nya dari segala kekurangan, karena dia sangat hina di sisi Allah dan sangat kecil sehingga tidak pantas untuk disebutkan (di dalam al-Qur-an). Walaupun demikian, para Nabi memberikan peringatan akan kedatangannya, menjelaskan bahaya fitnahnya, sebagaimana yang telah dijelaskan. Sesungguhnya se-tiap Nabi telah memberikan peringatan akan (kemunculannya) dan mem-berikan peringatan terhadap fitnahnya.
Jika ada bantahan (terhadap ungkapan tersebut) dengan pernyataan bahwa al-Qur-an pun telah menyebutkan Fir’aun padahal dia telah mengaku sebagai tuhan yang disembah, maka jawabannya bahwa masalah Fir’aun telah berlalu dan selesai, hal ini disebutkan sebagai pelajaran bagi manusia. Adapun masalah Dajjal, maka sesungguhnya ia akan terjadi pada akhir zaman. Tidak disebutkannya hal ini dalam al-Qur-an sebagai cobaan bagi manusia, padahal pengakuannya sebagai tuhan lebih jelas, sehingga tidak perlu diberikan perhatian atas kebathilannya karena Dajjal sangat nampak kekurangannya, jelas keburukannya, dan kerendahannya lebih jelas daripada pengakuan yang di-serukannya. Maka Allah tidak mengungkapkannya (di dalam al-Qur-an), karena Allah Ta’ala mengetahui dari para hamba-Nya yang beriman bahwa hal seperti ini tidak samar bagi mereka, dan tidak menambah mereka kecuali keimanan dan rasa berserah diri kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana yang dikata-kan oleh si pemuda yang dibunuh oleh Dajjal, “Demi Allah, sungguh aku lebih yakin kepadamu pada hari ini bahwa engkau adalah Dajjal.”[5]
Baca Juga Pasal Ketujuh : Setelah Matahari Terbit Dari Barat Iman Dan Taubat Tidak Lagi Diterima
Terkadang sesuatu tidak disebutkan karena telah jelas, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sakit menjelang kematiannya tidak menulis surat bahwa yang akan menggantikannya adalah Abu Bakar Radhiyallahu anhu karena hal itu memang sudah jelas. Hal itu disebabkan kedudukan Abu Bakar yang agung di sisi para Sahabat Radhiyallahu anhuma, karena itulah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَأْبَى اللهُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ إِلاَّ أَبَا بَكْرٍ.
“Allah dan orang-orang yang beriman enggan, kecuali kepada Abu Bakar.” [6]
Ibnu Hajar rahimahullah mengungkapkan bahwa pertanyaan mengenai tidak adanya penyebutan secara jelas tentang Dajjal di dalam al-Qur-an senantiasa ada, karena sesungguhnya Allah Ta’ala menyebutkan Ya’-juj dan Ma’-juj di dalam al-Qur-an, sedangkan fitnah mereka dekat dengan fitnah Dajjal.”[7]
Demikianlah, kami kira jawaban pertama lebih dekat, wallaahu a’lam. Maka Dajjal telah diungkapkan di dalam kandungan beberapa ayat dalam al-Qur-an, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam-lah yang berkewajiban untuk menjelaskan keumuman ayat tersebut (dan beliau sudah menerangkannya).
14. Binasanya Dajjal
Dajjal akan mati di tangan al-Masih ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa hadits shahih. Hal itu bahwa Dajjal akan berkelana di seluruh permukaan bumi, kecuali Makkah dan Madinah, pengikutnya sangat banyak, fitnahnya menyeluruh dan tidak ada yang selamat darinya kecuali sedikit saja dari kaum mukminin, di saat itu turunlah Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam di atas menara timur di Damaskus, sementara hamba-hamba Allah yang beriman berkumpul di sekelilingnya hingga beliau berjalan bersama mereka menuju Dajjal. Adapun Dajjal sedang menghadap ke Baitul Maqdis ketika Nabi ‘Isa turun, lalu Nabi ‘Isa mendapatinya di pintu Ludd. Ketika Dajjal melihatnya, maka dia akan mencair seperti garam yang larut. Kemudian ‘Isa Alaihissallam berkata, “Sesungguhnya aku memiliki satu pukulan untukmu, engkau tidak akan luput dariku, akhirnya ‘Isa mendapatkannya dan membunuhnya dengan tombak dan para pengikutnya kalah, sehingga orang-orang yang beriman mengejar dan membunuh mereka hingga pepohonan dan bebatuan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini seorang Yahudi di belakangku, kemari, bunuh dia!” Kecuali gharqad karena ia adalah pohon orang Yahudi”. [8]
Pada kesempatan ini kami uraikan beberapa hadits yang menjelaskan kebinasaan Dajjal dan para pengikutnya
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِيْ أُمَّتِيْ… (فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ، وَفِيْهِ:) فَيَبْعَثُ اللهُ عِيْسَى بْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُوْدٍ، فَيَطْلُبُهُ، فَيُهْلِكُهُ.
Dajjal akan muncul pada umatku… (lalu dia menuturkan hadits, dan di dalamnya:) lalu Allah mengutus ‘Isa bin Maryam seakan-akan ia adalah ‘Urwah bin Mas’ud, kemudian dia mencarinya dan membinasakannya.’” [9]
Imam Ahmad dan at-Tirmidzi meriwayatkan dari Majma’ bin Jariyah al-Anshari Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمَ الدَّجَّالَ بِبَابِ لُدٍّ.
‘Ibnu Maryam akan membunuh Dajjal di pintu Ludd.” [10]
Baca Juga Pasal Kedua : Keluarbiasaan Dajjal Adalah Hal Yang Sebenarnya
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu anhu, sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal… dan di dalamnya terdapat kisah turunnya Nabi ‘Isa dan terbunuhnya Dajjal, dan di dalamnya ada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang kafir yang mencium aroma nafasnya akan mati, dan aroma nafas-nya dapat tercium sejauh pandangannya. Lalu dia mencarinya, sehingga men-dapatkannya di pintu Ludd, kemudian dia membunuhnya.” [11]
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma, bahwasanya dia berkata, “Dajjal akan muncul pada saat agama sudah tidak diperhatikan dan ilmu (agama) sudah ditinggalkan…” (lalu beliau menuturkan hadits, dan di dalamnya ada ungkapan:) “Kemudian Nabi ‘Isa bin Maryam turun, lalu beliau berseru pada waktu sahur, dia berkata, ‘Wahai manusia, apa yang menghalangi kalian untuk keluar menghadapi si pendusta lagi buruk ini?’ Mereka berkata, ‘Ini seorang laki-laki dari bangsa jin.’ Akhirnya mereka semua pergi. Tiba-tiba mereka berjumpa dengan Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, kemudian iqamah shalat dikumandangkan. Dikatakan kepadanya, ‘Majulah untuk meng-imami kami, wahai Ruuhullaah!’ Beliau berkata, ‘Hendaknya imam kalian yang maju, dan menjadi imam bagi kalian,’ kemudian seusai melakukan shalat Shubuh, mereka semua keluar menemuinya (Dajjal).’ Beliau (Rasul) bersabda, ‘Ketika si pendusta melihatnya (Nabi ‘Isa), maka dia akan mencair bagaikan garam yang mencair di dalam air. Selanjutnya dia berjalan menujunya, lalu membunuhnya hingga pepohonan dan bebatuan berkata, ‘Wahai Ruuhullaah, ini orang Yahudi,” maka dia tidak meninggalkan seorang pun yang mengikutinya (Dajjal) melainkan dia membunuhnya.”[12]
Dengan terbunuhnya Dajjal -semoga Allah melaknatnya- oleh Nabi ‘Isa, maka berakhirlah fitnah yang besar, dan Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman dari kejelekannya dan kejelekan para pengikutnya melalui tangan Ruuhullaah dan Kalimatullaah, ‘Isa bin Maryam q dan para pengikutnya yang beriman, hanya milik Allah-lah segala puji dan karunia.
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan, bab az-Zamanul Ladzi la Yuqbalu fiihil Iimaan (II/195, Syarh an-Nawawi), dan Jaami’ at-Tirmidzi fi Tuhfatil Ahwadzi (VIII/449).
[2]. Beliau adalah Rafi’ bin Mahran ar-Rayyahi, pernah menjadi tuan bagi al-Hasan al-Bashri yang merupakan salah satu tokoh Tabi’in, mendapatkan zaman al-Jahiliyyah dan masuk Islam setelah wafatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meriwayatkan dari banyak Shahabat Radhiyallahu anhum, dan wafat pada tahun 90 H rahimahullah.
Lihat biografinya dalam Tahdziibut Tahdziib (III/284-285).
[3]. Tafsiir al-Qurthubi (XV/325).
[4]. Fat-hul Baari (XIII/92).
[5]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan, bab La Yadkhulud Dajjal al-Madinah (XIII/101, al-Fat-h).
[6]. Shahiih Muslim, kitab al-Fadhaa-il, bab Fadhaa-il Abi Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu (XV/155, Syarh an-Nawawi).
[7]. Fat-hul Baari (XIII/91-92, al-Fat-h).
[8]. Ludd adalah sebuah daerah di Palestina dekat Baitul Maqdis.
Lihat Mu’jamul Buldaan (V/15).
[9]. Lihat an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/128-129) tahqiq Dr. Thaha Zaini.
[10]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah, bab Dzikrud Dajjal (XVIII/75-76, Syarh an-Nawawi).
[11]. Al-Fat-hur Rabbaani Tartiibu Musnad Ahmad (XXIV/83), dan at-Tirmidzi (VI/513-514, Tuhfatul Ahwadzi)
[12]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah, bab Dzikrud Dajjal (XVIII/67-68, Syarh an-Nawawi).
Al-Fat-hur Rabbaani Tartiib Musnad Ahmad (XXIV/85-86).
Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Ahmad dengan dua sanad, perawi salah satunya adalah perawi ash-Shahiih.” Lihat Majmaa’uz Zawaa-id (VII/344).
Home/Kitab : Hari Kiamat.../Pasal Kedua : Penyebutan...
🔍 Hukum Membaca Shadaqallahul Adzim, Fadilah Zikir, Penyebab Doa Tidak Dikabulkan, Kekuatan Doa Dalam Islam, Tanda Tanda Kiamat Qubra
🔗 SSD VPS
Referensi : https://almanhaj.or.id/3246-pasal-kedua-penyebutan-dajjal-dalam-al-qur-an.html
Selasa, 16 Agustus 2022
Renungan Kehidupan
*SEBUAH RENUNGAN* Harta kekayaan melimpah ruah, istri cantik, segala sesuatunya dapat terpenuhi sesuai kehendak dan keinginan dalam sekejab saja. Namun harta kekayaan yg berlimpah ruah sebagian besar didapat dg cara yg tdk wajar. Keberadaan itu berlangsung dlm kurun waktu dlm usia yg relatif muda dan dg kondisi kesehatan prima. Yang pasti kebahagian secara lahiriyah terpenuhi dan dpat mewujudkan apapun bentuk kebahagiaan yg diinginkan ,dari bntuk kebahagiaan yg halal maupun yg haram.
Namun kalau kebahagiaan secara batiniyah, entahlah..., yg pasti tiada rumus yg mngatakan bhwa kebahagian atau rasa kesejahteraan atau ketenteraman dpt trwujud dari jalan atau cara yg tdk benar.
Dan krn ada saja jalan , faktor atau sebab yg mmbuat ketidak nyamanan, yg mmbuat ketidak tenteraman batinnya, kelabilan jiwa fikiran yg mmbuat hilangnya arti kebahagian dan ketenteraman secara lahir maupun batin.
Hingga pada suatu waktu tibalah hukuman Yang Maha Kuasa, terjadilah suatu peristiwa yang membuat berantakan. Kedudukan , jabatan, status menjadi hancur. Sumber pendapatan menjadi tercerabut, keluarga istri mnjadi tak menentu, gengsi kehormatan tiada lagi. Tiada jelas dan tiada tempat mengadu. Tinggallah ratapan dan ktersiksaan. Maha benar FirmanNYA, kurang lebihnya menegaskan "jangan terpedaya dengan kehiduvpan dunia" Surat Luqman Ayat 33
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
Minggu, 07 Agustus 2022
BURUNG GARUDA
Sungguh menakjubkan, penampakan burung garuda, di Jawa Timur. Luar biasa, dg penampilan seperti burung garuda lambang Negara Indonesia. Allahu Akbar.........
Minggu, 10 Juli 2022
Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail
Berqurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Sejarah qurban dalam Islam berawal dari kisah Nabi Ibrahim bersama putranya, Sejarah qurban berawal dari kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail.
Hari Raya Qurban termasuk dari 2 perayaan besar dalam agama Islam. Setiap tanggal 10 Zulhijjah berdasarkan penanggalan Hijriyah, umat muslim diseluruh dunia memperingatinya sebagai hari raya Idul Adha atau sebagai hari berqurban.
Setiap tahun pada hari hari kesepuluh bulan Zulhijjah itu, kaum muslim diperintahkan untuk menyembelih hewan qurban. Kambing atau domba, sapi, dan unta umumnya dijadikan hewan qurban.
Sejarah Qurban dalam Islam: Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Nabi Ismail
Sejarah qurban berhubungan dengan perintah Allah yang mulanya diturunkan kepada Ibrahim alaihissalam. Ibrahim termasuk nabi terbaik yang mendapat julukan ulul azmi.
1. Ibrahim mendambakan buah hati
Diceritakan, Nabi Ibrahim telah lama mendambakan kehadiran seorang anak. Sampai Ibrahim mulai menua, ia tak kunjung memiliki keturunan. Maka ia pun berdoa kepada Allah SWT agar kiranya dianugerahi anak keturunan yang saleh.
Doa Nabi Ibrahim ini diabadikan dalam Al Qur'an:
"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh." (QS. As-Saffat: Ayat 100)
2. Kelahiran Ismail.
Karena kesungguhannya dalam berdoa, Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim. Istri keduanya yang bernama Siti Hajar akhirnya mengandung. Kemudian lahirlah putra pertama Nabi Ibrahim yang diberi nama Ismail.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail)." (QS. As-Saffat: Ayat 101)
Nabi Ibrahim tentu senang dengan kelahiran Ismail. Ia amat menyayangi putra pertamanya itu.
3. Ismail dan ibunya dipindahkan ke Mekkah atas perintah Allah
Namun tak berselang lama setelah kelahiran Ismail, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk memindahkan Siti Hajar dan Ismail ke Kota Mekkah. Keduanya bermukim di suatu tempat yang kelak di sana akan di bangun Ka'bah.
Kota Mekkah adalah negeri padang pasir yang tandus, dengan matahari terik menyengat. Tak ada pepohonan dan sumber air, hanya batu dan pasir sejauh mata memandang.
Karena keadaan Mekkah yang demikian itu, Siti Hajar menjadi risau. Bagaimana mungkin ia akan hidup berdua di tempat seperti itu bersama Ismail yang masih bayi?
Siti Hajar pun menangis sedih. Ia tak sanggup jika harus ditinggalkan oleh Ibrahim di sana. Namun Ibrahim tak bisa berbuat apa-apa sebab hal itu sudah menjadi perintah Allah.
Dengan berat hati Ibrahim terpaksa meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang gersang. Ia lalu melanjutkan perjalanan. Tatkala kedua orang kesayangannya itu telah hilang dari pandangannya, Nabi Ibrahim berdoa agar Allah memberikan keselamatan dan perlindungan kepada mereka.
4. Hajar tak bisa menyusui Ismail
Maka tinggallah Hajar dan putranya di Kota Mekkah yang tandus. Hingga suatu ketika persediaan bekal yang dimilikinya habis, Hajar lapar dan kehausan yang menyebabkan air susunya menjadi kering.
Ismail yang masih bayi pun menangis karena tak bisa menyusu. Hajar bingung dan kalut. Ia berlarian ke sana kemari berusaha mencari sumber air di sekitar mereka.
Hajar berlari antara Bukit Shafa dan Marwah. Dari bukit Shafa, ia melihat sumber air nampak ada di Bukit Marwah.
Kemudian berlarilah Hajar ke Bukit Marwah. Setibanya di sana, yang disangka air ternyata cuma bayangan. Ia terus berlari bolak-balik Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.
5. Munculnya mata air zam-zam
Cerita Anak Islami: Sejarah Qurban Idul Adha, Nabi Ismail Disembelih Ayahnya
Hajar pun kelelahan. Lalu ia mendengar suara yang mengarah pada tempat di mana Ismail dibaringkan dalam keadaan menangis dan meronta menghentak-hentakkan kaki.
Tiba-tiba, di dekat kaki Ismail muncullah sumber air yang memancar. Hajar senang bukan kepalang. Ia pun berseru, "Zamzam! (berkumpullah)."
Dengan tergesa, Hajar segera menampung air itu. Ia sangat bersyukur, di saat-saat gentingnya ternyata Allah menurunkan pertolongan.
6. Ismail tumbuh besar
Cerita Anak Islami: Sejarah Qurban Idul Adha, Nabi Ismail Disembelih Ayahnya
Seiring berjalannya waktu, Ismail tumbuh menjadi anak cerdas, saleh, dan berbudi baik. Sesuai doa yang dipanjatkan ayahnya.
Ketika Ismail beranjak besar, datanglah sebuah perintah dari Allah kepada Ibrahim. Perintah yang hendak menguji seberapa besar keimanan dan ketakwaan Ibrahim serta kesabaran Ismail.
7. Sejarah qurban: Mimpi Nabi Ibrahim
Pada suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi. Melalui mimpinya tersebut, ia diperintahkan untuk menyembelih putra kesayangannya. Ibrahim pun menjadi teramat sedih.
Bayangkan saja, anak yang sudah dinanti-nantikan kehadirannya sekian lama, harus disembelih oleh tangannya sendiri. Sungguh berat ujian yang diterima Ibrahim.
8. Nabi Ibrahim menyampaikan mimpinya
Namun bagaimana pun, perihal mimpi itu tetap diceritakan Nabi Ibrahim kepada sang anak. Lalu Ibrahim menanyakan bagaimana pendapat Ismail.
Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah. Untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan anak, beliau tidak serta merta 'main' perintah. Ia bahkan meminta pendapat si anak lebih dulu.
"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" (QS. As-Saffat: Ayat 102)
Hal ini mencerminkan demokrasi dalam keluarga, yang sayangnya tidak banyak diterapkan dalam keluarga masa kini. Kebanyakan orangtua dengan egois memutuskan sendiri hal besar yang berpengaruh pada masa depan anaknya.
9. Sejarah qurban: Ismail bersedia disembelih
Respon yang diberikan Ismail pun sungguh di luar dugaan. Ia menerima perintah tersebut dengan rela hati.
Tentang kesabaran Ismail ini, Allah memujinya dalam Al Quran.
"Dia (Ismail) menjawab, Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar." (QS. As-Saffat: Ayat 102)
Maka tibalah saat yang ditentukan untuk melaksanakan penyembelihan. Ismail pun dibaringkan. Dengan mata basah berlinang air mata, Ibrahim memegang pedang yang sudah disiapkan.
10. Sejarah qurban: Ismail digantikan domba
Cerita Anak Islami: Sejarah Qurban Idul Adha, Nabi Ismail Disembelih Ayahnya
Ketika Ibrahim telah meletakkan pedang di leher Ismail, datanglah Malaikat Jibril. Ia mengganti Ismail dengan seekor domba yang gemuk.
Allah SWT berfirman:
"Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Lalu Kami panggil dia, Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. As Saffat: Ayat 103-105)
Nabi Ibrahim memberikan kita teladan yang berharga. Ia ikhlas dan sabar menerima perintah untuk menyembelih putranya sendiri, sehingga Allah menggantinya dengan seekor domba.
Ibadah qurban adalah simbol bagi setiap muslim untuk 'menyembelih' dan mengorbankan kecintaan terhadap hal duniawi agar mendapat keridaan Allah SWT.
Demikianlah sejarah qurban dalam Islam yang bermula dari kisah Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Semoga cerita tentang sejarah qurban ini bisa menjadi inspirasi.
Selasa, 21 Juni 2022
Senin, 20 Juni 2022
Sabtu, 18 Juni 2022
ATE BINGUNG TA'KAROAN KERPEKKERAN
Nyandheng taresna
Jumat, 17 Juni 2022
Rasa Kepedulian untuk berbagi dan atau memberi
Oh.,,dunia
Sabtu, 04 Juni 2022
Tenggelamnya kapal Vanderwyik
Lagu Minang Puja Sarma, pulanglah Udaa...BERIKUT JUGA DISERTAKAN TTG KISAH TENGGELAMNYA KAPAL TITANIK ( CINTA ROS DAN JACK) Lagu titanic
Rabu, 01 Juni 2022
Senandung dalam Video
KANDAS, SEORANG KEKASIH TERLANJUR PERGI
Senandung Rembulan. Tetapi tak mungkin mengatakan ttg cintanya, shg mmbiarkan cinta hanya sebatas angan.
Kenangan dg pacarnya anaknya Pak Tukiran bakul pecel di terminal Ngawi. Fotonya tersimpan dalam dompetnya dan sllu dilihatnya.
PanCe Pondag.mengapa tak pernah jujur, tak pernah lagi melihat dan menemani. Terasa malam sllu sepi, dan panjang dirada dlm dinginnya malam.
DIBATAS KOTA , KUTULIS SURAT INI, TTG PERJALANAN HIDUPKU
Banyu langit. Suara angin yg menusuk hati. Mengingatkan pd dikau yg kucinta. Banyu langit yg ada diatas kayangan , mendinginkan hati yg lagi kasmaran.
NELLA KARISMA. Dalam memory berkasih. Tersimpan dalam kenangan. Cinta tersemai diabaikan. Manisnya Ikatan cinta hanya jadi kenangan.
Atyfa dlm lagu
Emas permata hantaran ci
nta
Jumat, 06 Mei 2022
Kamis, 05 Mei 2022
Rabu, 04 Mei 2022
Minggu, 01 Mei 2022
Jumat, 29 April 2022
Jumat, 22 April 2022
Selasa, 19 April 2022
Minggu, 17 April 2022
Sabtu, 16 April 2022
Kamis, 14 April 2022
Senin, 04 April 2022
Sabtu, 02 April 2022
Kamis, 31 Maret 2022
Sepur Ambarawa
Ada kesan tersendiri menelusuri hamparan luas AmbaRawa dg naik sepur sejauh 5 km. Sepur tua tinggalan Belanda.
Senin, 21 Maret 2022
HURUF DALAM ALQUR'AN
*_HURUF DALAM AL-QUR'AN_*
Sejak 1200 tahun silam, ketika dunia belum mengenal KOMPUTER atau alat hitung sejenis,
Maka IMAM SYAFI'I telah mampu mendata JUMLAH masing-masing HURUF dalam AL-QURĀN secara detail dan tepat
IMAM SYAFI'I dalam kitab Majmu al-Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al-Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur'an di susun sesuai dgn banyaknya :
o ا Alif : 48740 huruf,
o ل Lam : 33922 huruf,
o م Mim : 28922 huruf,
o ح Ha ’ : 26925 huruf,
o ي Ya’ : 25717 huruf,
o و Waw : 25506 huruf,
o ن Nun : 17000 huruf,
o لا Lam alif : 14707 huruf,
o ب Ba ’ : 11420 huruf,
o ث Tsa’ : 10480 huruf,
o ف Fa’ : 9813 huruf,
o ع ‘Ain : 9470 huruf,
o ق Qaf : 8099 huruf,
o ك Kaf : 8022 huruf,
o د Dal : 5998 huruf,
o س Sin : 5799 huruf,
o ذ Dzal : 4934 huruf,
o ه Ha : 4138 huruf,
o ج Jim : 3322 huruf,
o ص Shad : 2780 huruf,
o ر Ra ’ : 2206 huruf,
o ش Syin : 2115 huruf,
o ض Dhadl : 1822 huruf,
o ز Zai : 1680 huruf,
o خ Kha ’ : 1503 huruf,
o ت Ta’ : 1404 huruf,
o غ Ghain : 1229 huruf,
o ط Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o ظ Dza’ : 842 huruf.
*_Jumlah semua huruf dalam al-Quran sebanyak 1⃣.0⃣2⃣7⃣.0⃣0⃣0⃣ (satu juta dua puluh tujuh ribu)_*.
Setiap kali kita khatam Al-Quran, kita telah membaca lebih dari 1 juta huruf.
_Jika *1 huruf = 1 kebaikan* dan *1 kebaikan = 10 pahala*, maka insyaAllah kira-kira *10 juta pahala* kita dapatkan_*
*_Di bulan Ramadhan ALLAH gandakan lagi 70x kebaikan_*.... so, kira-kiralah hitunglah sendiri... 😊
Mudah-mudahan ini menjadi motivasi kita untuk terus *_MEMBACA AL-QUR'AN, berTADARRUS_* dan jika mampu *_MEMAHAMI MAKNAnya_*
Wallahu a'lam..
*_SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM KUBUR_*
Silahkan share untuk teman2 terbaik kita*
Semoga kita termasuk di dalam golongan orang orang ini...aamiin !!!
*_Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur_*
- Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).
Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
-Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia di masukkan ke dalam syurga.”
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al Quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.
-Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”
-Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)
Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.
*_Yaa Allah… terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya._*
Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhana wa Ta'ala Aamiin..
*_(Oleh: Prof.DR. Ahmad Sathori Ismail)_*
"Sayang kalau dibaca sendiri... Ayo berbagi dan sebarkan









