Kamis, 15 Juni 2023
Rabu, 14 Juni 2023
InDonesiaku
`
TAHAPAN PEMILU
PENDAFTARAN, VERIFIKASI DAN PENETAPAN PARTAI POLITK
PENETAPAN JUMLAH KURSI DAN DAPIL
PENCALONAN DPD
PENCALONAN DPR RI
PENCALONAN DPRD PROVINSI
PENCALONAN DPRD KABUPATEN/KOTA
TAHAPAN DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILU TAHUN 2024
JADWAL TAHAPAN
14 Juni 2022 - 14 Juni 2024 Perencanaan Program dan Anggaran
14 Juni 2022 - 14 Desember 2023 Penyusunan Peraturan KPU
14 Oktober 2022 - 21 Juni 2023 Pemutakhiran data Pemihih dan penyusunan daftar Pemihih
29 Juli 2022 - 13 Desember 2022 Pendafatran dan Verifikasi Peserta Pemilu
14 Desember 2022 - 14 Februari 2022 Penetapan Peserta Pemilu
14 Oktober 2022 - 9 Februari 2023 Penetapan jumlah kursi dan penataan daerah pemilihan
6 Desember 2022 - 25 November 2023 Pencalonan DPD
24 April 2023 - 25 November 2023 Pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota
19 Oktober 2023 - 25 November 2023 Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden
28 November 2023 - 10 Februari 2024 masa Kampanye Pemilu
11 Februari 2024 - 13 Februari 2024 Masa Tenang
14 Februari 2024 - 15 Februari 2024 Pemungutan dan Penghitungan Suara
15 Februari 2024 - 20 Maret 2024 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara
disesuaikan dengan akhir masa jabatan masing-masing anggota DPRD kabupaten/kota Pengucapan Sumpah/Janji DPRD kabupaten/kota
disesuaikan dengan akhir masa jabatan masing-masing anggota DPRD provinsi Pengucapan Sumpah/Janji DPRD provinsi
1 Oktober 2024 Pengucapan Sumpah/Janji DPR dan DPD
20 Oktober 2024 Pengucapan Sumpah/Janji Presiden dan Wakil Presiden
Sumber : PKPU NO 3 Tahun 2022
Penghitung Bendera
Hak Cipta © 2022 Komisi Pemilihan Umum
Indonesia mempunyai satu provinsi baru yakni Provinsi Papua Barat Daya. Dengan demikian, jumlah provinsi di Tanah Air menjadi 38. Papua Barat Daya merupakan pemekaran dari Papua. Belum lama ini, pemerintah juga meresmikan tiga provinsi baru hasil pemekaran Provinsi Papua. Ketiga provinsi itu yakni Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Daftar 38 Provinsi di Indonesia
Dengan bertambahnya Provinsi Papua Barat Daya, berikut daftar 38 provinsi di Indonesia dan ibu kotanya:
1.Nanggroe Aceh Darussalam (Ibu Kota Banda Aceh)
2. Sumatera Utara (Ibu Kota Medan)
3. Sumatera Selatan (Ibu Kota Palembang)
4. Sumatera Barat (Ibu Kota Padang)
5. Bengkulu (Ibu Kota Bengkulu)
6. Riau (Ibu Kota Pekanbaru)
7. Kepulauan Riau (Ibu Kota Tanjung Pinang)
8. Jambi (Ibu Kota Jambi)
9. Lampung (Ibu Kota Bandar Lampung)
10. Bangka Belitung (Ibu Kota Pangkal Pinang)
11. Kalimantan Barat (Ibu Kota Pontianak)
12. Kalimantan Timur (Ibu Kota Samarinda)
13. Kalimantan Selatan (Ibu Kota Banjarbaru)
14. Kalimantan Tengah (Ibu Kota Palangkaraya)
15. Kalimantan Utara (Ibu Kota Tanjung Selor)
16. Banten (Ibu Kota Serang)
17. DKI Jakarta (Ibu Kota Jakarta)
18. Jawa Barat (Ibu Kota Bandung)
19. Jawa Tengah (Ibu Kota Semarang)
20. Daerah Istimewa Yogyakarta (Ibu Kota Yogyakarta)
21. Jawa Timur (Ibu Kota Surabaya)
22. Bali (Ibu Kota Denpasar)
23. Nusa Tenggara Timur (Ibu Kota Kupang)
24. Nusa Tenggara Barat (Ibu Kota Mataram)
25. Gorontalo (Ibu Kota Gorontalo)
26. Sulawesi Barat (Ibu Kota Mamuju)
27. Sulawesi Tengah (Ibu Kota Palu)
28. Sulawesi Utara (Ibu Kota Manado)
29. Sulawesi Tenggara (Ibu Kota Kendari)
30. Sulawesi Selatan (Ibu Kota Makassar)
31. Maluku Utara (Ibu Kota Sofifi)
32. Maluku (Ibu Kota Ambon)
33. Papua Barat (Ibu Kota Manokwari)
34. Papua (Ibu Kota Jayapura)
35. Papua Tengah (Ibu Kota Nabire)
36. Papua Pegunungan (Ibu Kota Jayawijaya)
37. Papua Selatan (Ibu Kota Merauke)
38. Papua Barat Daya (Ibu Kota Sorong)
Minggu, 11 Juni 2023
Selasa, 06 Juni 2023
Kamis, 01 Juni 2023
Kisah antara Jalut, Talut dan Daud
Kisah Jalut dan Thalut, Bani Israil Melawan Kaum Amaliqah
GOliath (nama lain JALUT)
Kisah Jalut dan Thalut, Bani Israil Melawan Kaum Amaliqah
Kisah Jalut dan Thalut tentu menarik untuk kita simak. Jalut dan Thalut memiliki kisah yang bermula saat Bani Israil mengalami masa suram. Kisah nabi ini bermula pasca Nabi Musa wafat dan kondisi agama Bani Israil mulai terkikis.
Saat Yusya bin Nun, memimpin mereka, tanah Palestina pun mudah direbut. Namun Yusya kemudian meninggal dan mengakhiri tugas amanah Nabi Musa. Sejak saat itu masyarakat Israel mulai melupakan agama dan melakukan banyak dosa.
Allah pun mencabut kekuasaan mereka, lalu Bani Israil terusir dan Tabut dirampas musuh mereka. Kaum yang kuat dan kejam bernama Amaliqah atau Balthata juga terus menyerang Bani Israil.
Kaum tersebut memiliki pemimpin berperawakan raksasa dari Dinasti Bukhtanashar bernama Jalut atau Goliath
Kisah Jalut dan Thalut, Peperangan Antara Kaum Bani Israil dan Kaum Amaliqah
Bani Israil pun berharap Allah akan mengutus seorang nabi yang bisa menyelamatkan mereka. Padahal, mereka sebelumnya membunuh para nabi dan keturunan Lawi, marga yang layak untuk menjadi pemimpin mereka. Lantas, satu-satunya keturunan dari Lawi yang tersisa yaitu wanita bernama Hubla.
Bani Israil pun melindunginya agar bisa melahirkan calon nabi mereka. Kemudian Hubla pun melahirkan anak laki-laki yang bernama Shammil. Allah SWT kemudian mengutus Shammil mengemban risalah para nabi.
Thalut Sebagai Raja Bani Israil
Suatu hari, Bani Israil pun meminta Shammil untuk mengangkat seorang pemimpin agar dapat melawan penindasan. Shammil pun berdoa pada Allah untuk mengutus raja yang akan memimpin Bani Israil.
Allah pun memberinya petunjuk dengan munculnya seorang lelaki yang mencari keledainya di depan rumah Shammil.
Lelaki tersebut bernama Thalut yang tampan, gagah perkasa, shalih, dan cerdas. Shammil pun mendapat pertanda bahwa pemuda tersebutlah yang akan memimpin Bani Israil. Namun ketika mengumumkannya, Bani Israil menolaknya.
Sebab dalam kisah Jalut dan Thalut ini, Thalut adalah penggembala miskin dan bukan keturunan Lawi.
Kemudian Shammil memberikan bukti dan Thalut pun terbukti merupakan utusan raja Bani Israil. Thalut pun segera mengumpulkan kekuatan untuk melawan kelompok penindas Jalut.
Menyiapkan 80 Ribu Pasukan untuk Berperang
Kisah selanjutnya, Thalut menyiapkan 80 ribu pemuda sebagai prajuritnya. Mereka menggunakan peralatan yang lengkap kemudian berangkat untuk memerangi pasukan Jalut. Jalanan sahara yang mereka lalui pun membuat pasukan lelah dan kehausan.
Kemudian Allah menguji mereka dengan sungai yang mengalir antara Yordania dan Palestina. Thalut mewanti-wanti pasukannya untuk menghilangkan haus, untuk meminum seciduk tangan saja.
Namun mereka malah melanggar perintah dan meminum air sungai sebanyak-banyaknya.
Dari banyaknya pasukan yang ada hanya sekitar 300 orang saja yang mematuhi Thalut. Mereka terdiri atas orang-orang yang shaleh termasuk Daud yang belum diangkat sebagai nabiyullah.
Dalam kisah Jalut dan Thalut, pasukan lain yang minum air sebanyak-banyaknya menjadi pucat dan takut berperang.
Berperang dengan 300 Prajurit dan Berhasil Meraih Kemenangan
Akhirnya Thalut pun melanjutkan perjalanan hanya dengan 300 prajurit saja. Di bawah komando Thalut mereka pun berdoa agar mendapat kesabaran dan kemenangan. Akhirnya dengan kehendak Allah mereka berhasil memperoleh kemenangan.
Pemimpin Amaliqah yaitu Jalut yang hebat bahkan berhasil terbunuh. Namun, bukan Thalut yang membunuhnya melainkan Daud dengan menggunakan ketapelnya. Daud meluncurkan tiga buah batu ke kepala Jalut hingga berhasil menewaskannya.
Menurut cerita, batu tersebut juga bukanlah batu biasa. Sebab selama perjalanan, ketiga batu tersebutlah yang meminta Daud untuk membawanya.
Akhirnya Daud pun membawanya ke medan perang dan menggunakannya untuk membunuh Jalut.
Dalam kisah Jalut dan Thalut, Thalut juga berjanji siapa yang berhasil membunuh Jalut akan ia nikahkan dengan putrinya.
Ia pun menjanjikan akan memberinya separuh kepemimpinan kerajaan Bani Israil. Akhirnya Daud pun berhasil mendapatkan hadiah tersebut.
Allah Mengutus Daud sebagai Nabi dan Rasul
Setelah Daud mencapai usia 40 tahun, Thalut pun meninggal dunia. Daud akhirnya menggantikan posisi Thalut menjadi raja Bani Israil. Allah pun kemudian mengutusnya sebagai nabi dan rasul serta menurunkan kitab suci Zabur padanya.
Serangkaian kisah Shammail, Thalut, Jalut dan Daud tersebut ada dalam Al Quran. Tepatnya yaitu pada surah Al Baqarah ayat 246 hingga ayat 251. Kisah tersebut pun juga termuat dalam Al Kitab dengan pemaparan kisah yang panjang.
Demikianlah pembahasan mengenai kisah Jalut dan Thalut. Dengan kisah ini, semoga kita bisa mengambil pelajaran yang baik di dalamnya. (R10/HR-Online)
This post was last modified on Desember 18, 2022 12:05
Version

