SELAMAT DATANG DI BLOG DUNIA DAN KEHIDUPAN

SELAMAT DATANG....., DUNIA DAN KEHIDUPAN,....... DUNIA DAN KEHIDUPAN

Jumat, 17 Desember 2021

Pentingnya memperdalam agama Islam

 Surah An-Nahl Ayat 125

Makkiyah


اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ


Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.


(QS. An-Nahl: 125)

Kamis, 16 Desember 2021

Minggu, 12 Desember 2021

Islam yaa ISLAM

 *Masya Allah, ..ini ada tulisan yg  Sangat Bagus 👍*


Sebagai bahan kajian.


*Lampu Islam*💡


*BILA INGIN MEMAHAMI ISLAM, BACALAH TULISAN DI BAWAH INI DENGAN FOKUS DAN SABAR*


*Islam atau Arab?*


Tulisan ini untuk mengajak umat muslim Indonesia lebih kritis dalam memahami tentang "ISLAM dan ARAB' dengan kebudayaannya, sehingga kita tidak terperangkap dalam kesesatan pemikiran yang sempit tentang


                   *I S L A M*


1. Menjadi Muslim berbeda dengan menjadi orang Arab, maka "ISLAMISASI" jelas-jelas berbeda dengan "ARABISASI".


2. Islam itu bukan ajaran Arab, walaupun :

» Al-Qur'an berbahasa Arab, 

» dan Nabi Muhammad dari kaum Arab. 

Islam itu 'Jalan Hidup', 'Prinsip Hidup'  bukan keyakinan orang Arab.


3. Faktanya...

» Turunnya ajaran Islam justru 'ditentang' oleh kaum Arab di masa itu karena Islam datang mengubah 

» Tradisi, 

» Keyakinan, 

» Kebiasaan jahiliyah orang-orang Arab.


4. Islam datang kepada kaum Arab membawa 'Tatanan yang Baru' sama sekali, baik dalam hal 

» Tradisi, 

» Kebiasaan, 

» Akhlak, 

» Hukum, 

» dan juga Cara Hidup.


5. Perlu dicatat... !

Karena Al-Qur'an dan Nabi Muhammad berbahasa Arab, maka 'Bahasa Arab' juga tidak bisa dipisahkan dari 'Agama Islam' karena Kitab Sucinya adalah berbahasa Arab.


6. Juga sebuah kewajaran bahwa Agama Islam awalnya disebarkan oleh orang Arab karena memang agama Allah yang pamungkas ini berasal dari sana.


7. Mengenai tokoh-tokoh besar Agama Islam ini adalah orang Arab itu pun wajar saja, karena merekalah kaum awal yang beragama Islam.


8. Jadi bisa dikatakan :

»  Arab belum tentu Islam, 

» dan Islam tidak harus Arab, 

» yang jelas Islam itu pasti berdasarkan 


                 "Al-Qur'an 

                       dan 

                As-Sunnah"


9. Juga salah besar, bila dikatakan bhw "Islamisasi sama dengan Arabisasi", lantas menolak Islamisasi dengan dalih, 


"Ini Indonesia, bukan Arab" 


10. Apa bedanya? 

Jelas beda sekali, menjadi Arab atau bukan Arab itu adalah  'TAKDIR', sedangkan mengambil Islam atau mengabaikannya, itu adalah 'PILIHAN'


11. Islam itu ya Islam!!! 

Tidak perlu ada pandangan : 


   "Disana Islam Arab, 

disini Islam Nusantara", 


ini pandangan yang mungkin niatnya baik tetapi justru berpotensi

"MEMECAH BELAH ISLAM". Sebaiknya dihindari.


12. Islam itu ya Islam!!!

Panduannya Kitabullah dan Sunnah, Khulafaur Rasyidin dan juga Tabiin, Tabiut Tabiin, Ulama Salaf, apapun Madzhabnya.


13. Adapun menjadi Muslim, tidak berarti meninggalkan budaya lokal. 

» Bila bertentangan dengan Islam tinggalkan saja...

» dan bila tidak silahkan dilanjutkan.


14. Apa standar meninggalkan dan melanjutkan budaya setelah jadi Muslim? 

Ya AQIDAH, bila bertentangan dengan Aqidah, ya mutlak harus ditinggalkan.


15. Misalnya seperti budaya 

» Membuka Aurat, 

» Menyembah pohon, 

ya harus tinggalkan. 

Beda dengan 

» Arsitektur, 

» Aneka Makanan (halal), 

ya boleh dilanjutkan.


16. Islam masuk ke Cina, arsitektur masjid mirip pagoda, boleh saja tetapi sembahyang leluhur dengan hio, ya ditinggalkan, itu contohnya.


17. Islam masuk ke Indonesia, maka batik tetap lestari, bahkan menyerap nilai Islam, boleh saja tetapi menyembah batu dan patung harus dihapuskan.


18. Dalam Islam mudah saja, selama tidak dilarang syariat, amalkan saja. Namun bila sudah ada larangan syariat, maka : 


        *Islam yang harus*

            *diutamakan*


19. Maka di dalam Islam, semua produk (fisik atau non-fisik) selain Aqidah, boleh saja diadopsi termasuk teknologi juga karena termasuk "produk non-aqidah".


20. Kita mencukupkan diri pada Kitabullah dan Sunnah, itu yang terbaik.


21. Kesimpulannya...

» Belajarlah Islam, 

» Kaji terus Islam, jangan berhenti, 

» Taati Allah dan Rasulullah semata, 

» karena kita akan kembali kepada-Nya.


22. Kesimpulan lain, jadi Muslim kamu 

» gak harus pakai sorban, 

» gak harus berjubah, 

» yang jelas Pikiranmu, Lisanmu, Amalanmu, 


   Harus ber-Azas Islam. 


23. Jangan sampai terbalik, 

» kamu pakai sorban, 

» pakai sarung, 

» mengenakan peci, jubah, 

tetapi pola pikirmu dan referensimu liberal, jauh dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.


24. Lebih bagus kamu memakai 

» Batik, 

» Kemeja, 

» Kaos, 

» Celana, 

lalu setiap kamu mikir, lisan, amal, semua berdalil : 


                "Kitabullah 

                         dan 

                    Sunnah". 


25. Lebih bagus lagi, kamu memakai peci, memakai sarung, mengenakan sorban, berjubah dan semua pikiran, lisan, amalmu,  azasnya Kitabullah dan Sunnah, itu.


Jadi di dalam Agama Islam


*Aqidah dan Akhlak-lah* yang harus diutamakan... bukan simbol tapi *TIDAK KELUAR* dari Syariat. 


Semoga menggugah qolbu kita...💪💪


*bila berkenan MOHON 

* 🙏

Menjadi Muslim krn si Pemuda ini

 


Sabtu, 11 Desember 2021

MOTIVASI IMAN DAN KETAQWAAN

 Drg. Carissa Grani.....,Muallaf yang senantiasa berdakwah...,,


Jumat, 10 Desember 2021

JURNAL PEMBALIK UTK AWAL PERIODE


 

13 RUKUN SHALAT

 BUKU AGAMA ISLAM13 RUKUN SHALAT SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH

BUKU AGAMA ISLAM

13 Rukun Shalat sesuai Tuntunan Rasulullah

PUBLISHED BY

Tasya Talitha


13 Rukun Shalat sesuai Tuntunan Rasulullah

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan manusia di bumi ini adalah untuk beribadah kepada-Nya.


Sudah sangat jelas di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” [QS. Adz-Dzariyat: 56]


Adapun salah satu bentuk beribadah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala adalah Shalat.


Seorang muslim dikatakan beriman apabila ia telah menjalankan shalat fardhunya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya,


“… maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya, shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [QS. An-Nisa ayat 103]


Akan tetapi, sudah sesuaikah shalat kita dengan rukun shalat yang telah disyariatkan? Memang apa saja rukun shalat itu?


Untuk mengetahui dan memahami lebih dalam terkait rukun shalat. Simak penjelasan hingga akhir pembahasan.


Apa itu Rukun Shalat?

13 Rukun Shalat

1. Rukun Shalat: Berdiri bagi yang Mampu

2. Rukun Shalat: Niat yang Dibarengi dengan Takbiratul Ihram

3. Rukun Shalat: Takbiratul Ihram (ucapan ‘Allahu Akbar’ di awal shalat)

4. Rukun Shalat: Membaca Surah Al-Fatihah di Setiap Raka’at Shalat

5. Rukun Shalat: Rukuk dan Thuma’ninah

6. Rukun Shalat: I’tidal setelah Rukuk dan Thuma’ninah

7. Rukun Shalat: Sujud Dua Kali dalam Satu Rakaat dan Thuma’ninah

8. Rukun Shalat: Duduk di antara Dua Sujud disertai Thuma’ninah

9. Rukun Shalat: Tasyahud Akhir dan Duduk Tasyahud

10. Rukun Shalat: Membaca Tasyahud Akhir

11. Rukun Shalat: Bershalawat kepada Nabi setelah Mengucapkan Tasyahud Akhir

12. Rukun Shalat: Salam

13. Rukun Shalat: Berurutan dalam Rukun-Rukun yang Ada (Tertib)

Kategori Ilmu Berkaitan Agama Islam

Materi Agama Islam

Apa itu Rukun Shalat?




Rukun shalat adalah setiap perbuatan dan perkataan yang akan membentuk hakikat shalat. Apabila salah satu rukun ini tak ada atau ditinggalkan, shalat tersebut secara syar’i tidak dianggap alias tidak sah dan tidak bisa digantikan dengan sujud sahwi.


Dalam hal ini, meninggalkan rukun shalat ada dua aspek.


Pertama, meninggalkan rukun shalat dengan sengaja. Sesuai kesepakatan para ulama, kondisi seperti ini tentu shalatnya tidak sah dan batal.


Kedua, meninggalkan rukun shalat karena lupa atau tidak tahu. Dalam kondisi seperti ini, ada tiga perkara yang perlu diperhatikan.


Apabila mampu untuk mendapati rukun itu lagi, wajib untuk melakukannya kembali. Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama.

Apabila tidak mampu untuk memperoleh lagi, shalatnya batal (menurut ulama-ulama Hanafiyah), sedangkan menurut jumhur ulama atau mayoritas para ulama berpendapat bahwa raka’at yang tertinggal rukun tadi jadi hilang.

Bilamana yang ditinggalkan adalah takbiratul ihram, shalatnya harus diulangi dari awal karena ia tak mengikuti shalat secara benar.

Adapun penjelasan terkait rukun shalat, akan dijabarkan sebagai berikut.



13 Rukun Shalat

Berikut yang termasuk dalam rukun shalat sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta penjelasan singkatnya.


1. Rukun Shalat: Berdiri bagi yang Mampu

Berdiri bagi yang mampu (untuk shalat wajib), sedangkan shalat sunnah boleh dilakukan dalam keadaan duduk, meskipun mampu.


Hakikatnya, shalat sunnah disunnahkan untuk berdiri, tidak wajib. Akan tetapi, alangkah lebih utamanya dilakukan dalam keadaan berdiri daripada duduk saat itu. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:


“Siapa yang mengerjakan shalat sambil berdiri, itu lebih afdhol. Siapa yang mengerjakan shalat sambil duduk akan mendapatkan pahala separuh dari shalat yang berdiri. Siapa yang shalat sambil berbaring, akan mendapatkan pahala separuh dari shalat sambil duduk.” [HR. Bukhari no. 1065]


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,





“Shalatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakan dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu lagi, kerjakanlah dengan tidur menyamping.” [HR. Bukhari no. 1117, dari ‘Imron bin Hushain]



Buku berjudul Sempurnakah Shalatku? Karena Beribadah Pangkal Diterima Amal hadir dalam rangka membantu dalam memahami hukum shalat berdasaran fikih yang diambil dari al Qur’an, hadits dan berbagai sumber kitab salaf, dengan harapan ibadah shalat Grameds sesuai dengan syari’at Islam.


2. Rukun Shalat: Niat yang Dibarengi dengan Takbiratul Ihram

Niat di dalam hati, tidak disyariatkan niat tersebut untuk dilafadzkan. Hal itu karena Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,


“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya balasan untuk masing-masing orang tergantung dari apa yang ia niatkan.” [HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907, dari ‘Umar bin al Khattab]


Hadits di atas juga dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Raudhah ath-Thalibin:


Niat berarti al Qashd (mempunyai maksud atau menyengaja). Dengan kata lain, seseorang yang shalat harus mengonsentrasikan berbagai pikirannya terhadap shalat yang sedang ia lakukan atau kerjakan dan sifat-sifatnya pun harus diingat pula, seperti bahwa ia sedang melakukan Shalat Dzuhur, Shalat Ashar, Shalat fardhu, dan shalat lainnya. Lalu, meniatkan perkara-perkara ini dengan niat yang dibarengi dengan awal awal takbir atau takbiratul ihram.


 


3. Rukun Shalat: Takbiratul Ihram (ucapan ‘Allahu Akbar’ di awal shalat)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,




“Pembuka shalat adalah taharah (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir, sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.” [HR. Abu Daud no. 618, at-Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dalam Irwa’ al-Ghalil no. 301]


Dalam melakukan takbiratul ihram, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan suaranya sehingga dapat didengar oleh para makmumnya.


Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan suara beliau dengan ucapan takbir sehingga dapat mendengarkan(nya) untuk para makmum di belakang beliau.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim, dan dia menilainya shahih, serta disetujui pula oleh adz-Dzahabi]


Adapun yang dimaksud dengan rukun shalat adalah ucapan takbir “Allahu Akbar”. Ucapan takbir tersebut tidak dapat diganti dengan ucapan lainnya, meskipun maknanya sama.


4. Rukun Shalat: Membaca Surah Al-Fatihah di Setiap Raka’at Shalat

Di setiap raka’at shalat, kita disyariatkan untuk membaca surah al-Fatihah karena itu adalah wajib. Hal itu sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,


“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca [di dalamnya] surah al-Fatihah [ditambah ayat yang lain].” (diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu ‘Awanah dan al-Baihaqi. Hadits ini di-takhrij dalam Irwa ‘al-Ghalil no. 302)



Kemudian, di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Awanah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan bahwa apabila seseorang yang shalat, akan tetapi tidak membaca surah al-Fatihah di dalamnya, shalatnya kurang. Maksud kurang di sini adalah tidak sempurna.


Dalam membaca surah al-Fatihah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya dengan memenggal ayat demi ayat, kemudian berhenti, lalu membaca, kemudian berhenti lagi, lalu membaca lagi, dan seterusnya hingga akhir surah. Pembahasan mengenai surat al-Fatihah terdapat dalam buku berjudul Al Fatihah oleh Achmad Chodjim.


Setelah membaca surah al-Fatihah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah lainnya. Terkadang Rasulullah membacanya dengan panjang, terkadang dengan singkat apabila ada sebab. Misalnya, apabila beliau ada safar atau bepergian jauh, sakit, batuk, ataupun mendengar tangisan bayi.




5. Rukun Shalat: Rukuk dan Thuma’ninah

Nabi Shallallahu a’laihi wa sallam pernah mengatakan pada orang yang tidak benar (jelek) dalam shalatnya, bahkan beliau menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya beberapa kali sebab tak memenuhi rukun shalat. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,





“Kemudian, rukuklah dan thuma’ninahlah saat rukuk.” [HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397]


Keadaan dalam rukuk ialah dengan membentangkan punggung dan meratakannya. Dalam hal ini, diibaratkan apabila dituangkan air di atas punggung, air itu tidak tumpah atau tetap di situ. Lalu, meletakkan kedua telapak tangan pada kedua lutut dengan merenggangkan jari-jemari tangan.


Kemudian, thuma’ninah adalah keadaan atau kondisi tenang yang mana setiap persendian di dalam tubuh ini juga tenang.


Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada orang yang tidak benar shalatnya sehingga beliau menyuruh orang tersebut untuk mengulangi shalatnya. Sebagaimana beliau bersabda,





“Tidaklah sempurna shalat hingga salah seorang di antara kalian menyempurnakan wudhu … kemudian bertakbir, lalu melakukan rukuk dengan meletakkan telapak tangan di lutut hingga persendirian yang ada dalam keadaan thuma’ninah dan tenang.” [HR. Ad Darimi no. 1329. Syaikh Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih]


Kemudian, adapun ulama yang mengatakan bahwa thuma’ninah sekadar membaca dzikir yang wajib dalam rukuk.


6. Rukun Shalat: I’tidal setelah Rukuk dan Thuma’ninah




Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada orang yang tidak benar (jelek) dalam shalatnya,





“Kemudian, tegaklah badan (I’tidal) dan thuma’ninalah.” [HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397]


7. Rukun Shalat: Sujud Dua Kali dalam Satu Rakaat dan Thuma’ninah

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada orang yang tidak benar (jelek) dalam shalatnya,





“Kemudian, sujudlah dan thuma’ninalah saat sujud.” [HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397]


Sangat penting untuk dipahami bahwa hendaklah dalam melakukan sujud ada 7 bagian anggota badan, di antaranya:


Telapak tangan kanan

Telapak tangan kiri

Lutut kanan

Lutut kiri

Ujung kaki kanan

Ujung kaki kiri

Dahi yang sekaligus hidung

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,





“Aku diperintahkan bersujud dengan 7 bagian anggota badan: Dahi termasuk hidung (kemudian, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), telapak tangan kanan dan kiri, lutut kanan dan kiri, serta ujung kaki kanan dan kiri.” [HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 490]


8. Rukun Shalat: Duduk di antara Dua Sujud disertai Thuma’ninah

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Kemudian, sujudlah dan thuma’ninalah saat sujud. Lalu, bangkitlah dari sujud dan thuma’ninalah saat duduk. Kemudian, sujudlah kembali dan thuma’ninah saat sujud.” 




9. Rukun Shalat: Tasyahud Akhir dan Duduk Tasyahud

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,





“Apabila salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam shalat, ucapkanlah “at tahiyatu lillah …”. “(HR. Bukhari no. 831 dan Muslim no. 402, dari Ibnu Mas’ud)


10. Rukun Shalat: Membaca Tasyahud Akhir

Adapun bacaan tasyahud adalah sebagai berikut.





“At tahiyaatu lillah wash sholaatu wath thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh. Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadhillahish sholihin. Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh.”


Artinya:


“Segala ucapan penghormatan hanya milik Allah, begitu juga segala shalat dan amal sholih. Semoga kesejahteraan tercurah kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dengan segenap karunia-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang sholih. Aku bersaksi bahwa tidak ada illah (sesembahan) yang berhak disembah dengan benar, selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah.” [HR. Bukhari no. 6265 dan Muslim no. 402]


11. Rukun Shalat: Bershalawat kepada Nabi setelah Mengucapkan Tasyahud Akhir

Wajibnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya yang mana orang tersebut tidak memuji dan menyanjung Allah Ta’ala serta tidak pula bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda, “orang ini terburu-buru”.


Kemudian, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil sambil berkata kepadanya dan kepada yang lain juga, “Apabila salah seorang di antara kalian shalat, hendaklah ia memulai dengan memuliakan dan menyanjung Rabbnya Yang Mahaagung lagi Mahamulia, lalu bershalawat (dalam satu riwayat, ‘hendaklah ia bershalawat’) kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berdoa dengan apa yang ia inginkan.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim dan dia menilainya shahih serta disetujui oleh adz-Dzahabi]


Kemudian, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang lelaki yang sedang shalat, orang itu memuliakan dan memuji Allah Ta’ala, serta bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda, ‘berdo’alah, niscaya do’amu akan dikabulkan dan mintalah, niscaya permintaanmu akan diberikan’.” [Diriwayatkan an-Nasa’I dengan sanad shahih]


Adapun shalawat yang paling bagus adalah berikut ini.





Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibraahim wa ‘alaa aali Ibrahim, innaka hamiidun majiid. Allahumma baarik a’la Muhammad wa a’laa ali Muhammad, kamaa baarakta ‘ala Ibraahiim wa a’la aali Ibrahim innaka hamidun majiid. [HR. Bukhari no. 4797 dan Muslim no. 409, dari Ka’ab bin ‘Ujroh.]


12. Rukun Shalat: Salam

Dalilnya hadits yang telah disebutkan di awal,





“Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir, sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.” [HR. Abu Daud no. 618, at-Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam al-Irwa’ no. 301]


Yang dimaksudkan dalam rukun di sini ialah salam yang pertama. Inilah pendapat dari ulama Syafi’iyah, Malikiyah, dan mayoritas para ‘ulama. Terdapat empat model, di antaranya.


Salam ke kanan sambil mengatakan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”, kemudian salam ke kiri sambil mengatakan “Assalamu a’laikum wa rahmatullah”.

Salam ke kanan sambil mengatakan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”, kemudian salam ke kiri sambil mengatakan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.

Salam ke kanan sambil mengatakan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”, lalu salam ke kiri sambil mengatakan “Assalamu a’laikum”.

Salam hanya sekali ke kanan sambil mengatakan “Assalamu a’laikum”.

 



Sifat Shalat Nabi dari Takbir hingga Salam

Sifat Shalat Nabi dari Takbir hingga Salam


tombol beli buku


Sudah benarkah shalat kita?


Buku ini disajikan lengkap mulai dari persiapan shalat, cara shalat sambil duduk ketika sakit, shalat di atas perahu, shalat tahajud dengan berdiri dan duduk, hal-hal yang dapat memutus shalat, gerakan dan bacaan shalat, faedah penting shalawat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta doa sebelum salam beserta ragamnya.


Semua itu tersaji lengkap disertai dengan gambar tata cara shalat sehingga lebih memudahkan pembaca dalam memahami isi buku ini.


Dalam penulisannya pun, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berusaha memaparkan dengan cermat tata cara shalat yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan hadis-hadis shahih pilihan.


13. Rukun Shalat: Berurutan dalam Rukun-Rukun yang Ada (Tertib)

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, Rasulullah Shallallahu a’laihi wa sallam berkata pada orang yang jelek shalatnya, di dalam hadits tersebut digunakan kata tsumma dalam setiap rukun. Adapun kata “tsumma” memiliki makna “urutan”.


Pada pembahasan rukun shalat ini, banyak disarikan dari penjabawan Syaikh Abu Malik dalam kitab Shahih Fiqh Sunnah terbitan Al Maktabah at-Taufiqiyah

Selasa, 30 November 2021

4 MACAM RUMUS / FUNGSI VLOOKUP


 1. Vlookup dengan VALIDASI
 2. Vlookup dengan Range tabel

 3. Vlookup dengan kombinasi Formula
 4. Vlookup dengan Iferror

Senin, 29 November 2021

Video

 


DUA PULUH LIMA RUMUS EXEL

 Rumus dan fungsi



VLOOKUP BEDA SHEET




Rumus vlookup dengan data beda shee
dan juga beda file

Kamis, 25 November 2021

Senin, 22 November 2021

Kamis, 18 November 2021

Tentang CSR


Apa itu CSR - Ini Manfaat, Jenis, dan Besar Nominalnya

21 Jun 2021

Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Setiap bisnis punya program sosial lho, sebutannya adalah CSR. Yuk pelajari!


Setiap bisnis memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat atau lingkungan tempatnya berdiri. Sifat tanggung jawab sosial ini wajib, dan apabila tidak dilakukan, bisnis terancam terkena sanksi. CSR adalah salah satu program guna memenuhi kewajiban tersebut. Tapi, persisnya apa itu CSR? Apa kepanjangan CSR? Berapa dana CSR perusahaan ideal yang wajib dibayarkan?



Apa Itu CSR?

Kepanjangan CSR adalah Corporate Social Responsibility. Kata “Corporate” artinya perusahaan, “Social” berarti sosial, dan “Responsibility”yaitu tanggung jawab.


Jadi, corporate social responsibility adalah aktivitas bisnis dimana perusahaan bertanggung jawab secara sosial kepada pemangku kepentingan dan masyarakat luas sebagai bentuk perhatiannya dalam meningkatkan kesejahteraan dan berdampak positif bagi lingkungan.


Seperti yang kita ketahui, sebuah perusahaan besar akan menimbulkan berbagai potensi risiko merusak lingkungan. Keberadaan CSR perusahaan diharapkan dapat membantu mengurangi bahkan membuat risiko tersebut menjadi nol.



Besar Anggaran Dana CSR

Setelah mengetahui apa itu CSR, kita akan membahas terkait pendanaan CSR. Dana CSR adalah sejumlah uang yang wajib dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban tanggung jawab sosialnya.


Berdasarkan Peraturan UU PT dan PP 47/2012 menyatakan bahwa besaran dana CSR adalah tidak spesifik, sesuai kebijakan perusahaan. Meski demikian, biaya CSR wajib tetap dikeluarkan diperhitungkan dan dianggarkan oleh perusahaan sesuai dengan kepatutan dan kewajaran. Hal ini tercantum dalam UU 40/2007 Pasal 74 ayat 2.


Namun tidak dipungkiri, kebijakan ini juga bergantung pada peraturan daerah setempat. Misalnya daerah Kalimantan Timur mengatur besaran dana CSR adalah minimal 3% dari laba bersih perusahaan tiap tahunnya.



Manfaat CSR

Selain mengurangi risiko kerusakan, CSR adalah kegiatan yang punya banyak keuntungan lain. Adapun manfaat dari Corporate Social Responsibility adalah sebagai berikut.


Bagi Lingkungan Hidup

Pertama, manfaat CSR adalah membantu menjaga lingkungan hidup. Suatu perusahaan diminta tak hanya mengejar keuntungan dalam jangka waktu tertentu, namun harus aktif berkontribusi terhadap kualitas lingkungan melalui dana CSR perusahaan.


Bagi Masyarakat

Selanjutnya, manfaat corporate social responsibility adalah untuk berkontribusi dalam masyarakat. Contoh nyata corporate social responsibility adalah pendirian pabrik di tengah-tengah masyarakat dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan warga sekitar. Selain itu, CSR perusahaan juga dapat diwujudkan dengan menyerap tenaga kerja dari warga di lingkungan perusahaan.


Bagi Perusahaan

Berikutnya, manfaat CSR adalah membantu perusahaan dalam meningkatkan citra di mata masyarakat. Ketika nama perusahaan terbentuk baik di mata masyarakat, maka proses branding juga akan lebih mudah, terutama jika target masyarakat yang merasakan CSR berskala nasional, seperti beasiswa sepak bola, pendirian sumur di daerah kering, dan sebagainya.


Bagi Pemerintah

Terakhir, manfaat corporate social responsibility adalah mendukung program-program pemerintah terkait kemajuan bangsa dan negara. CSR adalah aksi sosial yang dilakukan oleh perusahaan terhadap masyarakat.


Oleh sebab itu, CSR perusahaan hadir membantu pemerintah dalam menangani berbagai masalah sosial seperti pencemaran lingkungan, pengangguran, kemiskinan, minimnya fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.



Jenis-Jenis CSR untuk Dilakukan

Setelah memahami berbagai manfaat CSR perusahaan, kali ini kita akan membahas beberapa contoh kontribusi yang dapat Anda lakukan. Adapun beberapa jenis-jenis CSR adalah sebagai berikut.


Rehabilitasi Alam

Pertama, jenis CSR adalah bidang rehabilitasi alam. Perusahaan memiliki tanggung jawab besar terhadap penjagaan alam, terutama bagi perusahaan produsen limbah. Beberapa contoh kegiatan rehabilitasi alam yang dapat dilakukan misalnya reboisasi hutan, hibah bibit tanaman produktif, penanaman bakau, dan sebagainya.


Pengolahan Limbah Berwawasan Lingkungan

Jenis kedua corporate social responsibility adalah mengelola limbah berwawasan lingkungan. Pengelolaan ini diharapkan dapat meminimalisasi toksisitas limbah. Sehingga saat dibuang, limbah tidak menimbulkan kerusakan ekosistem.


Untuk melakukan pengolahan limbah berwawasan lingkungan, perusahaan perlu memilah terlebih dulu jenis limbahnya (organik, anorganik, dan beracun). Setelah itu, perusahaan wajib mengolah limbah-limbah tersebut menggunakan teknik sesuai agar dapat diserap alam dengan baik.


Filantropi

Ketiga, jenis CSR adalah filantropi. Kegiatan filantropi merupakan aktivitas kemanusiaan demi menolong orang yang membutuhkan. Bentuk kontribusi filantropi beragam, mulai dari penggalangan dana melalui donasi, membuka kampung wirausaha, bantuan dana UMKM, dan sebagainya.


Penggunaan Sumber Energi Terbarukan

Jenis lain dari CSR adalah memanfaatkan sumber energi terbarukan, seperti angin, air, uap alam, dan tenaga surya. Dengan menggunakan energi terbarukan, harapannya perusahaan dapat ikut melestarikan sumber daya terancam punah seperti minyak bumi dan gas alam.


Budaya Kerja Ramah SDM

Berikutnya, jenis CSR adalah menciptakan budaya kerja yang ramah bagi SDM. Tidak selalu mengenai materi, CSR perusahaan bisa berupa penanaman nilai dan sikap. Tentu hal ini jauh lebih penting. Sehingga SDM memiliki karakter yang baik.


Kegiatan Volunteering

Selanjutnya, jenis corporate social responsibility adalah melakukan kegiatan volunteering atau kerelawanan, yang dapat dilakukan secara rutin atau insidental. Program volunteering rutin misalnya dengan mengirimkan tenaga pengajar ke daerah terpencil, volunteer relawan medis, dan sebagainya. Sementara itu kegiatan volunteering insidental bisa berbentuk penerjunan tenaga relawan ketika bencana.


Pemberdayaan Ekonomi Karyawan

Terakhir, jenis corporate social responsibility adalah memberdayakan ekonomi karyawan. Dana CSR juga bisa dialokasikan untuk peningkatan skill karyawan agar mampu berdaya secara ekonomi. Misalnya dengan membentuk koperasi karyawan, melatih kemampuan wirausaha, dan menyediakan bantuan pendanaan usaha bagi karyawan.



Demikian pembahasan tentang pengertian CSR, manfaat, dana CSR, dan jenis-jenis CSR yang umum dilakukan. CSR adalah salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar. Nominal idealnya juga tidak banyak, sehingga alangkah baik jika perusahaan Anda mau melakukan CSR setiap tahunnya

Kamis, 11 November 2021

RENUNGAN DALAM KEHIDUPAN.......

 Dalam kehidupan di dunia ini pada sebagian orang cenderung berbangga bangga atas rasa kebahagiaan yang dialaminya, cenderung bersikap pamir dan mengekspose kondisi kebahagiaan dan atau keberuntungan yang dicapainya. Dan pada sebagiannya lagi ingin disanjung dan dipuja serta ingin dikatakan sebagai yang tidak kalah dengan pencapaian atau kondisi orang lain .

Mengapa demikian dan apa jawabannya ?

Ya sesungguhnya Allah telah memberikan statement tentang kecenderungan manusia dengan demikian itu. kecenderungan berbanggaa banggaan. Sedang sesungguhnya tidaklah harus demikian , karena pada akhirnya akan tiada artinya tentang yang menjadi kebanggaannya, Karena sesungguhnya pada kehidupan di dunia hanyalah merupakan kesenangan yang menipu.

Lalu bagaimana seharusnya menyikapi atas kondisi kebahagiaan, kondisi keberhasilan yang dicapainya.

Adalah Allah mengatakan bahwa di akhirat nanti ada adzab yang keras, dan ada ampunan serta keridhoanNya. Dalam pada itu tentu dikandung maksud bahwa hendaknya dalam memperoleh nikmat kebahagiaan dan atau keberhasilan  adalah disikapi dengan dalam koridor rasa syukur, dalam koridor iman dan taqwa , dan adalah tidak dengan kesombongan atau merendahkan orang lain yang tiada sama dengan dirinya, sehingga akan berdampak mendapatkan azab dikehidupan akhirat.

Beriku ini Firman Allah dalam Qur'an Surat Al Hadid ayat 20.

Qs. Al Hadid Ayat 20


  • اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

    20. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.


Minggu, 07 November 2021

TANDA TANDA BAGI ORANG YANG BERAKAL

 Surat Ali Imran Ayat 190-191 Beserta Artinya

Berikut ini Surat Ali Imran Ayat 190-191 dalam tulisan Arab, tulisan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia:


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ  . الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ



Artinya:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka


PeNtingnya berfikir tentang bagaimana langit dan bumi tercipta ,lalu karenanya terjadi pula pergantian malam dan siang. Dan yang pasti ALLAH Yang Maha Kuasa Sang Penciptanya. Jadi adalah kufur bagi kita manusia jika tidak mengimaniNYA dan siksa neraka yang menjadi ancamannya.

Sabtu, 06 November 2021

MUALLAF DRG. CARISSA GRANI

 Muallaf yang menginspirasi, beliau drg. Carissa Grani



INSIDENT TGL 30 Oktober 2021 Hari SABTU



Tyfa mengaji

 

KEmampuan mengaji dan atau hafalan mengaji Al Qur'an mmg harus dibiasakan sejak usia kecil atau usia anak anak. Jika tidak terbiasa sejak anak-anak maka kelak diusia dewasa menjadi sangat sulit bahkan menjadi enggan terjauhkan dari Al Qur'an . SUBHANALLAH....



Jumat, 05 November 2021

Wisuda Tommy......





 KAla itu.....,moment ini terjadi. Adalah suatu kebahagiaan bersama keluarga, bersama ibu, istri dan adik istriku. Dan ini dlm rangka hadiri acara wisuda Tommy Kurnian Syah anak pertamaku.. tahun 2006 di Undar Jombang Jawa Timur.

Senin, 25 Oktober 2021

ALLAH MAHA BERKEHENDAK

 

QS. Yasin Ayat 82

اِنَّمَاۤ اَمۡرُهٗۤ اِذَاۤ اَرَادَ شَیْــٴً۬ــا اَنۡ يَّقُوۡلَ لَهٗ كُنۡ فَيَكُوۡنُ
Innamaa amruhuuu izaaa araada shai'an ai-yaquula lahuu kun fa-yakuun
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

Yaa.., ALLAH MAHA KUASA atas segala galanya. Apapun yang menjadi kehendakNya maka terjadilah.
Pernyataan ini tersurat dalam Al  Qur'an Surat Yaasiiin ayat 82, dan  selanjutnya ayat 83 sebagai ayat penutup.

KEDATANGAN RASUL MUHAMMAD DIBERITAKAN OLEH NABI ISYA ALAIHISSALAM

 

QS. As-Saff Ayat 6

وَاِذۡ قَالَ عِيۡسَى ابۡنُ مَرۡيَمَ يٰبَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ اِنِّىۡ رَسُوۡلُ اللّٰهِ اِلَيۡكُمۡ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيۡنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوۡرٰٮةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُوۡلٍ يَّاۡتِىۡ مِنۡۢ بَعۡدِى اسۡمُهٗۤ اَحۡمَدُ‌ؕ فَلَمَّا جَآءَهُمۡ بِالۡبَيِّنٰتِ قَالُوۡا هٰذَا سِحۡرٌ مُّبِيۡنٌ
Wa iz qoola 'Eesab-nu-Mayama yaa Banii Israaa'iila innii Rasuulul laahi ilaikum musaddiqal limaa baina yadayya minat Tawraati wa mubashshiram bi Rasuuliny yaatii mim ba'dis muhuuu Ahmad; falammaa jaaa'ahum bil baiyinaati qooluu haazaa sihrum mubiin
Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata."

Demikian, hal ini tersurat dalam Al Quran Surat ke 61 ayat 6 yaitu Surat Ash Shaff.
Maka jika ada yang mempertanyakan tentang adanya Muhammad sebagai Rasulullah, adalah ayat ini sebagai rujukannya.