SELAMAT DATANG DI BLOG DUNIA DAN KEHIDUPAN

SELAMAT DATANG....., DUNIA DAN KEHIDUPAN,....... DUNIA DAN KEHIDUPAN

Sabtu, 22 April 2023

NAMA NAMA SURAT DALAM AL QUR'AN

 Al-Qur'an berjumlah 114 surat.


Adapun urutan surah dalam Al-Qur'an selengkapnya yang dikutip dari Quran Kemenag  sebagai berikut.


Urutan Surah dalam Al-Qur'an Beserta Artinya dan Jumlah Ayatnya

1. Al Fatihah (Pembuka): 7 Ayat


2. Al Baqarah (Sapi Betina): 286 Ayat


3. Ali Imran (Keluarga Imran): 200 Ayat


4. An Nisa (Wanita): 176 Ayat


5. Al Ma'idah (Jamuan): 120 Ayat


6. Al An'am (Hewan Ternak): 165 Ayat


7. Al-A'raf (Tempat yang Tertinggi): 206 Ayat


8. Al-Anfal (Harta Rampasan Perang): 75 Ayat


9. At-Taubah (Pengampunan): 129 Ayat


10. Yunus (Nabi Yunus): 109 Ayat


11. Hud (Nabi Hud): 123 Ayat


12. Yusuf (Nabi Yusuf): 111 Ayat


13. Ar-Ra'd (Guruh): 43 Ayat


14. Ibrahim (Nabi Ibrahim): 52 Ayat


15. Al-Hijr (Gunung Al Hijr): 99 Ayat


16. An-Nahl (Lebah): 128 Ayat


17. Al-Isra' (Perjalanan Malam): 111 Ayat


18. Al-Kahf (Penghuni-penghuni Gua): 110 Ayat


19. Maryam (Maryam): 98 Ayat


20. Ta Ha (Ta Ha): 135 Ayat


21. Al-Anbiya (Nabi-nabi): 112 Ayat


22. Al-Hajj (Haji): 78 Ayat


23. Al-Mu'minun (Orang-orang mukmin): 118 Ayat


24. An-Nur (Cahaya): 64 Ayat


25. Al-Furqan (Pembeda): 77 Ayat


26. Asy-Syu'ara' (Penyair): 227 Ayat


27. An-Naml (Semut): 93 Ayat


28. Al-Qasas (Kisah-kisah): 88 Ayat


29. Al-'Ankabut (Laba-laba): 69 Ayat


30. Ar-Rum (Bangsa Romawi): 60 Ayat


31. Luqman (Keluarga Luqman): 34 Ayat


32. As-Sajdah (Sajdah): 30 Ayat


33. Al-Ahzab (Golongan-golongan yang Bersekutu): 73 Ayat


34. Saba' (Kaum Saba'): 54 Ayat


35. Fatir (Pencipta): 45 Ayat


36. Ya Sin (Yasin): 83 Ayat


37. As-Saffat (Barisan-barisan): 182 Ayat


38. Sad (Sad): 88 Ayat


39. Az-Zumar (Rombongan): 75 Ayat


40. Ghafir (Yang Mengampuni): 85 Ayat


41. Fussilat (Yang Dijelaskan): 54 Ayat


42. Asy-Syura (Musyawarah): 53 Ayat


43. Az-Zukhruf (Perhiasan): 89 Ayat


44. Ad-Dukhan (Kabut): 59 Ayat


45. Al-Jasiyah (Yang Bertekuk Lutut): 37 Ayat


46. Al-Ahqaf (Bukit-bukit Pasir): 45 Ayat


47. Muhammad (Nabi Muhammad): 38 Ayat


48. Al-Fath (Kemenangan): 29 Ayat


49. Al-Hujurat (Kamar-kamar): 18 Ayat


50. Qaf (Qaf): 45 Ayat


51. Az-Zariyat (Angin yang Menerbangkan): 60 Ayat


52. At-Tur (Bukit): 49 Ayat


53. An-Najm (Bintang): 62 Ayat


54. Al-Qamar (Bulan): 55 Ayat


55. Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah): 78 Ayat


56. Al-Waqi'ah (Hari Kiamat): 96 Ayat


57. Al-Hadid (Besi): 29 Ayat


58. Al-Mujadilah (Gugatan): 22 Ayat


59. Al-Hasyr (Pengusiran): 24 Ayat


60. Al-Mumtahanah (Wanita yang Diuji): 13 Ayat


61. As-Saff (Barisan): 14 Ayat


62. Al-Jumu'ah (Hari Jumat): 11 Ayat


63. Al-Munafiqun (Orang-orang yang Munafik): 11 Ayat


64. At-Tagabun (Hari Dinampakkan Kesalahan-kesalahan): 18 Ayat


65. At-Talaq (Talak): 12 Ayat


66. At Tahrim (Pengharaman): 12 Ayat


67. Al-Mulk (Kerajaan): 30 Ayat


68. Al-Qalam (Pena): 52 Ayat


69. Al-Haqqah (Hari Kiamat): 52 Ayat


70. Al-Ma'arij (Tempat Naik): 44 Ayat


71. Nuh (Nabi Nuh): 28 Ayat


72. Al-Jinn (Jin): 28 Ayat


73. Al-Muzzammil (Orang yang Berkelumun): 20 Ayat


74. Al-Muddassir (Orang yang Berselimut): 56 Ayat


75. Al-Qiyamah (Kiamat): 40 Ayat


76. Al-Insan (Manusia): 31 Ayat


77. Al-Mursalat (Malaikat-malaikat yang Diutus): 50 Ayat


78. An-Naba' (Berita Besar): 40 Ayat


79. An-Nazi'at (Yang Mencabut dengan Keras): 46 Ayat


80. 'Abasa (Bermuka Masam): 42 Ayat


81. At-Takwir (Menggulung): 29 Ayat


82. Al-Infitar (Terbelah): 19 Ayat


83. Al-Mutaffifin (Orang-orang yang Curang): 36 Ayat


84. Al-Insyiqaq (Terbelah): 25 Ayat


85. Al-Buruj (Gugusan Bintang): 22 Ayat


86. At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari): 17 Ayat


87. Al-A'la (Maha Tinggi): 19 Ayat


88. Al-Gasyiyah (Hari Pembalasan): 26 Ayat


89. Al-Fajr (Fajar): 30 Ayat


90. Al-Balad (Negeri): 20 Ayat


91. Asy-Syams (Matahari): 15 Ayat


92. Al-Lail (Malam): 21 Ayat


93. Ad-Duha (Duha): 11 Ayat


94. Al-Insyirah (Melapangkan): 8 Ayat


95. At-Tin (Buah Tin): 8 Ayat


96. Al-'Alaq (Segumpal Darah): 19 Ayat


97. Al-Qadr (Kemuliaan): 5 Ayat


98. Al-Bayyinah (Pembuktian): 8 Ayat


99. Az-Zalzalah (Kegoncangan): 8 Ayat


100. Al-'Adiyat (Kuda Perang yang Berlari Kencang): 11 Ayat


101. Al-Qari'ah (Hari Kiamat yang Menggetarkan): 11 Ayat


102. At-Takasur (Bermegah-megahan): 8 Ayat


103. Al-'Asr (Masa): 3 Ayat


104. Al-Humazah (Pengumpat): 9 Ayat


105. Al-Fil (Gajah): 5 Ayat


106. Quraisy (Suku Quraisy): 4 Ayat


107. Al-Ma'un (Bantuan): 7 Ayat


108. Al-Kautsar (Nikmat yang Berlimpah): 3 Ayat


109. Al-Kafirun (Orang-orang Kafir): 6 Ayat 


110. An-Nasr (Pertolongan): 3 Ayat


111. Al-Lahab (Gejolak Api): 5 Ayat


112. Al-Ikhlas (Ikhlas): 4 Ayat


113. Al-Falaq (Waktu Fajar): 5 Ayat


114. An-Nas (Manusia): 6 Ayat.                                      Alhamdulillah

Jumat, 21 April 2023

Bilangan tahun dan perhitungan waktu

 Surat Yunus Ayat 5

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ



Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

Kamis, 20 April 2023

Rabu, 19 April 2023

Tentang Study Kelayakan

 Apa Itu Feasibility Study? Pengertian, Jenis, Tahapannya

1 TAHUN YANG LALU

5 MENIT MEMBACA

Secara istilah, feasibility study adalah studi yang penting untuk dilakukan terutama ketika memulai sebuah proyek atau bisnis. Dengan dilaksanakannya feasibility study ini, Anda dapat menilai dan menganalisis kelayakan suatu bisnis atau proyek bila dijalankan.


Oleh karena itu, dalam artikel kali ini, Populix akan membahas apa yang dimaksud dengan feasibility study dan aspek-aspek apa saja yang harus ada ketika melakukan feasibility study. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!


Pengertian Feasibility Study

Apa itu feasibility study? Feasibility study adalah studi analisis yang digunakan untuk mengukur dan menilai tingkat kelayakan pada sebuah proyek. Kegiatan ini dilakukan untuk dapat mengetahui seberapa layak suatu rencana proyek tersebut. Feasibility sangatlah penting bagi perusahaan karena dapat membantu memberitahu persepsi tentang apa saja manfaat yang diterima dari proyek tersebut.


Waktu tepat untuk perusahaan melakukan feasibility study adalah pada masa awal proyek dimulai terutama saat tahap desain perencanaan. Bagi perusahaan ternama, feasibility study dibuat untuk mengevaluasi dan menguji kelemahan dan kekuatan dari sebuah rencana proyek secara faktual.


Lalu, hasil dari feasibility study juga dapat membantu perusahaan dalam mengetahui serta menilai ancaman dan peluang yang ada di lingkungan sekitar, kebutuhan sumber daya, dan keberhasilan. Oleh karena itu, faktor-faktor utama pada proses studi ini meliputi pertimbangan dalam hal ekonomi, hukum, teknis, dan penjadwalan.


Manfaat dan Tujuan Feasibility Study

Seperti yang telah dijelaskan Populix diatas, Feasibility Study penting dilakukan untuk mengembangkan sebuah proyek atau bisnis. Studi kelayakan juga bermanfaat untuk menghindari potensi yang bisa menghambat operasional sebuah proyek dan menentukan berapa jumlah keperluan dana untuk menjalankan proyek tersebut.


Tujuan dari feasibility study adalah bagian dari strategi pemasaran yang bisa membantu perusahaan dalam meyakinkan investor secara bijaksana untuk dapat berminat dalam proyeknya. Lalu, terdapat beberapa tujuan lain dari feasibility study adalah diantaranya:


Dapat menentukan serta mempertimbangkan dari seluruh aspek penting mengenai apakah suatu proyek layak untuk dijalankan.

Perusahaan bisa memahami secara utuh terkait seluruh bagian-bagian dari proyek.

Dapat melihat dan menemukan solusi bagi masalah yang ada saat proyek tersebut hendak dijalankan.

Jenis-Jenis Feasibility Study

Berikutnya, agar hasil feasibility study dapat memberikan manfaat untuk semua bidang proyek. Terdapat 4 jenis studi kelayakan yang umum digunakan oleh perusahaan Setiap jenisnya tentu memiliki peran berbeda-beda, berikut ini jenis-jenis contoh feasibility study adalah diantaranya:


1. Economic Feasibility Study

Jenis pertama feasibility study adalah dari sisi ekonomi. Pada umumnya, jenis studi kelayakan ini melibatkan analisis pengeluaran biaya dan membantu perusahaan dalam menilai kelayakan proyek sebelum modal keuangan digunakan.


Economic feasibility study juga berperan sebagai tolak ukur kemampuan proyek dan dapat meningkatkan kredibilitas proyek. Hasilnya, perusahaan mampu dalam mengambil keputusan, sehingga nantinya proyek tersebut dapat berdampak positif bagi ekonomi perusahaan.


2. Technical Feasibility Study

Jenis studi kelayakan ini bertumpu pada kapasitas teknis di perusahaan. Technical feasibility study bisa membantu perusahaan dalam menentukan apakah kapasitas teknis telah memenuhi sumber daya yang diperlukan untuk proyek dan mampu merubah konsep menjadi sistem kerja terbaik.


Studi kelayakan teknis juga meliputi evaluasi terhadap software, hardware, dan aspek teknis lainnya yang dicanangkan pada saat tahap perencanaan proyek.


3. Operational Feasibility Study

Operational feasibility study adalah studi analisis terkait penilaian pelaksanaan sebuah proyek dapat dipenuhi secara maksimal atau tidak. Jenis studi kelayakan ini juga dapat memverifikasi sejauh mana rencana proyek telah memenuhi persyaratan, dalam hal ini adalah pada tahap analisis pengembangan proyek.


4. Legal Feasibility Study

Jenis studi kelayakan terakhir adalah legal feasibility study. Studi ini digunakan guna mengidentifikasi faktor-faktor dalam proyek yang bertolak belakang dengan ketentuan hukum yaitu undang-undang.


Baca Juga: Apa itu Segmentasi Pasar? Simak Contoh, Tujuan dan Jenisnya

Aspek-Aspek Feasibility Study

Sementara itu, terkait pelaksanaan feasibility study, Anda juga perlu mengetahui aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan pada saat melakukan studi kelayakan, beberapa aspek feasibility study adalah:


1. Aspek operasional

Dari sisi operasional, kelayakan sebuah proyek dapat ditentukan dari keahlian dan keterampilan sumber daya manusianya. Keahlian dan keterampilan tersebut mampu memberi gambaran lebih spesifik terkait sistem operasional yang akan dilakukan pada proyek tersebut.


2. Aspek pasar

Lalu, aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam feasibility study adalah analisis pasar. Analisis ini mencakup analisis produk atau jasa perusahaan, analisis penawaran, analisis permintaan, analisis strategi pemasaran dan analisis penetrasi pasar.


3. Aspek ekonomi

Aspek ekonomi berfokus pada perkiraan kondisi ekonomi negara untuk 5 tahun kedepan serta memprediksi tingkat pertumbuhan industri bisnis dari proyek yang dijalankan.


4. Aspek finansial

Aspek finansial dalam feasibility study adalah meliputi modal, investasi, serta reinvestasi dari alur pengeluaran dan penerimaan kas keseluruhan proyek. Selain itu, pemberlakuan pajak juga harus diperhatikan pada proyek yang akan dijalankan.


5. Aspek lingkungan

Aspek dalam studi kelayakan ini terkait dampak bagi lingkungan sekitar proyek yang akan dijalankan. Hal ini meliputi unsur alam, sosial dan budaya.


6. Aspek organisasi

Lalu, aspek terakhir dari feasibility study adalah aspek organisasi. Aspek ini mengukur berapa banyak sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan sebuah proyek. Calon tenaga kerja bisa dinilai dari segi kualitas maupun kuantitas.


Komponen dalam Feasibility Study

Setelah mengetahui pengertian feasibility study hingga jenis-jenisnya, hal selanjutnya yang perlu Anda pahami dari feasibility study adalah komponen didalamnya, yaitu antara lain:


Executive summary

Rincian kebutuhan teknologi

Analisis pasar

Strategi pemasaran

Sumber daya manusia yang dibutuhkan

Jadwal proyek

Rincian keuangan

Hasil studi dan rekomendasi

Tahapan Feasibility Study

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui tahapan apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan feasibility dengan baik dan benar, berikut penjelasannya:


Pengumpulan data dan informasi: yaitu mengumpulkan informasi serta data yang dibutuhkan dengan lengkap dan akurat. Data tersebut dapat berupa data kuantitatif maupun kualitatif berdasarkan sumber resmi dan terpercaya.

Pemrosesan data: data yang sudah dikumpulkan tadi selanjutnya diproses secara rinci dan terstruktur.

Analisis data: setelah data diproses, langkah berikutnya adalah menganalisis data tersebut untuk menilai parameter kelayakan sebuah proyek.

Pengambilan keputusan: apabila parameter kelayakan proyek sudah ditentukan, maka berikutnya Anda dapat mengambil keputusan mengenai hasil analisis studi tersebut.

Memberikan rekomendasi: tahapan terakhir dari feasibility study adalah memberikan rekomendasi kepada pihak terkait mengenai studi kelayakan yang sudah dilakukan dan penampungan saran bila dibutuhkan.

Itulah tadi pembahasan mengenai feasibility study yang telah dirangkum oleh Populix. Feasibility study adalah langkah awal terpenting bagi Anda ketika ingin mengetahui kelayakan dari sebuah proyek atau bisnis tersebut agar terhindar dari risiko kerugian. Semoga membantu!

Minggu, 02 April 2023