Jakarta - Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT dengan membawa kabar gembira sekaligus peringatan bagi seluruh umat. Rasulullah SAW kemudian mendapat julukan Khataman Nabiyyin.
Mempercayai keberadaan nabi dan rasul termasuk rukun iman yang keempat. Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia. Dari sekian banyak nabi dan rasul, 25 di antaranya wajib diimani.
Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS sebagai nabi pertama dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Artinya, tidak ada nabi lagi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al Ahzab Ayat 40, Allah berfirman:
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا
Artinya: "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al Ahzab: 40).
Sebagaimana firman tersebut, Nabi Muhammad SAW mendapat gelar Khātam an-Nabiyyīn (خاتم النبيين) atau penutup para nabi dan rasul. Dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, tidak akan ada lagi nabi setelah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda: "Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku." (HR. Abu Dawud).
Nabi Muhammad SAW memiliki nasab dan keturunan yang mulia. Diceritakan dalam Sirah Nabawiyah oleh Imam Nawawi, ayah Nabi Muhammad SAW adalah Abdullah bin Abdul Muththalib. Ayahnya memiliki saudara laki-laki Al-Abbas, Hanzah, Abu Thalib yang nama aslinya adalah Abu Manaf, Az-Zubair, Al-Harts, Hajl, Al-Muqawwim, Dhirar, dan Abu Lahab dengan nama asli Abdul Uzza.
Abdullah juga memiliki saudara perempuan bernama Shafiyyah, Ummu Hakim Al-Baidha', Atikah, Umaimah, Arwa, dan Barrah. Abdullah lahir dari istri Abdul Muththalib yang bernama Fathimah binti Amr. Kakek Nabi Muhammad SAW adalah Abdul Muththalib bin Hasyim.
Sementara itu, ibunda Nabi Muhammad SAW merupakan wanita yang paling baik nasab dan keturunannya di kalangan Quraisy. Wanita mulia tersebut bernama Aminah Binti Wahb. Ia adalah putri dari Barrah binti Abdul Uzza bin Utsman bin Abduddaar bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr.
Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah atau bertepatan dengan tahun 570 Masehi. Ia lahir dalam keadaan yatim. Ayah Rasulullah SAW meninggal saat ia masih dalam kandungan.
Sejak lahir, ada banyak tanda-tanda kenabian yang muncul pada diri Rasulullah SAW. Seiring berjalannya waktu, Rasulullah SAW tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berbakti kepada ibu, paman, kakek dan orang-orang yang dekat dengan beliau.
Menginjak dewasa, Rasulullah SAW menikah dengan saudagar kaya bernama Siti Khadijah. Bahkan, usia keduanya terpaut 15 tahun. Rasulullah SAW saat itu tengah berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu saat usia 40 tahun. Allah SWT menurunkan kitab suci Al Quran secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW. Al Quran menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Di dalamnya mengandung seluruh aspek hukum bagi kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat.
Selain itu, Al Quran merupakan sumber hukum Islam yang utama. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 105 sebagai berikut:
إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat," (QS. An-Nisa:105).
Baca juga:
Nabi Muhammad Rasulullah adalah penutup para Nabi sejak nabi Adam sebagai nabi pertama. Lalu Jika ada muncul mengaku sbg nabi, maka adalah ybs seorang nabi palsu. Jangan dipercaya.
BalasHapusSurat Al-Ahzab Ayat 56
BalasHapusإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي
BalasHapusالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”
Bagi umat Islam, bershalawat untuk Nabi Muhammad Saw. memiliki keutamaan yang besar dan menghasilkan manfaat yang banyak di dunia dan akhirat.
Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. sebagai berikut:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah penghormatan kepadanya”. [Al Ahzab:56]
Ayat di atas menjelaskan tentang penghormatan dan pengagungan bagi NabiNya serta dorongan bagi para hambaNya yang mu’min untuk mengucapkan shalawat dan salam baginya.
Setiap muslim harus berlomba-lomba memberikan shalawat yang terbaik dan memperbanyak bacaan shalawat.
Majelis-majelis shalawat pun harus dibentuk dan diadakan secara rutin di mana-mana.
Sayangnya, ada saja sekelompok kecil umat Islam yang sangat sedikit jumlahnya terkesan menghalangi dan tidak menyukai majelis-majelis shalawat-an yang sudah mengakar di Masyarakat Nusantara ini khususnya masyarakat Ahlussunnah wal Jamaa’ah.
Bahkan, tidak jarang dikatakan orang shalawat-an dianggap bid’ah, sesat, syirik, dan sebagainya dan pelakunya divonis masuk neraka.
Padahal dengan memperbanyak bershalawat yang apalagi dilaksanakan secara berjamaah, itu bisa banyak fadhilah salawat yang didapatkan.
Semoga kelak kita akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Saw.
Alangkah mulianya apabila kita sebagai umat Islam untuk senantiasa bershalawat dengan shalawat-shalawat yang hebat dan penuh manfaat dari para ulama, waliyullah dan orang-orang shalih.
Mari terus amalkan Shalawat Asyghil ini secara rutin baik sendiri maupun berjama’ah dan mari berbondong-bondong mendirikan berbagai majelis shalawat di mana pun kita berada.
Insya Allah, fadhilah Sholawat Asyghil ini membantu kita meminta kepada Allah agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim.[] (Baca: Sejarah Sholawat Asyghil)