SELAMAT DATANG DI BLOG DUNIA DAN KEHIDUPAN

SELAMAT DATANG....., DUNIA DAN KEHIDUPAN,....... DUNIA DAN KEHIDUPAN

Senin, 19 Agustus 2013

Ahmadinejad memulai kunjungan bersejarah ke Mesir

Mahmoud Ahmadinejad tiba di Kairo, menandai kunjungan perdana Presiden Iran sejak revolusi Islam pada 1979.

Mahmoud Ahmadinejad menjadi presiden pertama Iran yang mengunjungi Mesir sejak pecah Revolusi Islam pada 1979. Kedatangannya di lapangan terbang internasional Kairo disambut langsung oleh rekannya, Presiden Mesir Mohamed Mursi yang mendaratkan sebuah kecupan di pipi Ahmadinejad.

Selain untuk menjalin persahabatan dengan negara yang dua tahun lalu mengalami revolusi itu, kunjungan Ahmadinejad juga dalam rangka menghadiri sebuah pertemuan tingkat tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), yang dibuka pada Rabu, 6 Februari 2013.

Hubungan antara pemegang kekuatan di kawasan itu meningkat sejak Mesir dipimpin oleh seseorang dari kalangan Islam, Juni 2012.

"Dalam pertemuan itu, saya akan mencoba mengembangkan kerja sama antara Iran dan Mesir," kata Ahmadinejad seperti dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA, sebelum meninggalkan Iran.

Hubungan diplomatik Iran dengan Mesir putus pada 1980. Pemutusan hubungan ini sebagai bentuk akumulasi protes Iran terhadap perjanjian damai antara Mesir dan Israel, yang diteken oleh mendiang Presiden Anwar Sadat.[]
sumber: tempo
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/02/05/38524/0/51/Ahmadinejad-memulai-kunjungan-bersejarah-ke-Mesir#sthash.sO6V3thm.dpuf

Ahmadinejad memulai kunjungan bersejarah ke Mesir

Mahmoud Ahmadinejad tiba di Kairo, menandai kunjungan perdana Presiden Iran sejak revolusi Islam pada 1979.

Mahmoud Ahmadinejad menjadi presiden pertama Iran yang mengunjungi Mesir sejak pecah Revolusi Islam pada 1979. Kedatangannya di lapangan terbang internasional Kairo disambut langsung oleh rekannya, Presiden Mesir Mohamed Mursi yang mendaratkan sebuah kecupan di pipi Ahmadinejad.

Selain untuk menjalin persahabatan dengan negara yang dua tahun lalu mengalami revolusi itu, kunjungan Ahmadinejad juga dalam rangka menghadiri sebuah pertemuan tingkat tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), yang dibuka pada Rabu, 6 Februari 2013.

Hubungan antara pemegang kekuatan di kawasan itu meningkat sejak Mesir dipimpin oleh seseorang dari kalangan Islam, Juni 2012.

"Dalam pertemuan itu, saya akan mencoba mengembangkan kerja sama antara Iran dan Mesir," kata Ahmadinejad seperti dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA, sebelum meninggalkan Iran.

Hubungan diplomatik Iran dengan Mesir putus pada 1980. Pemutusan hubungan ini sebagai bentuk akumulasi protes Iran terhadap perjanjian damai antara Mesir dan Israel, yang diteken oleh mendiang Presiden Anwar Sadat.[]
sumber: tempo
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/02/05/38524/0/51/Ahmadinejad-memulai-kunjungan-bersejarah-ke-Mesir#sthash.sO6V3thm.dpuf

mesir

Ahmadinejad memulai kunjungan bersejarah ke Mesir

Mahmoud Ahmadinejad tiba di Kairo, menandai kunjungan perdana Presiden Iran sejak revolusi Islam pada 1979.

Mahmoud Ahmadinejad menjadi presiden pertama Iran yang mengunjungi Mesir sejak pecah Revolusi Islam pada 1979. Kedatangannya di lapangan terbang internasional Kairo disambut langsung oleh rekannya, Presiden Mesir Mohamed Mursi yang mendaratkan sebuah kecupan di pipi Ahmadinejad.

Selain untuk menjalin persahabatan dengan negara yang dua tahun lalu mengalami revolusi itu, kunjungan Ahmadinejad juga dalam rangka menghadiri sebuah pertemuan tingkat tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), yang dibuka pada Rabu, 6 Februari 2013.

Hubungan antara pemegang kekuatan di kawasan itu meningkat sejak Mesir dipimpin oleh seseorang dari kalangan Islam, Juni 2012.

"Dalam pertemuan itu, saya akan mencoba mengembangkan kerja sama antara Iran dan Mesir," kata Ahmadinejad seperti dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA, sebelum meninggalkan Iran.

Hubungan diplomatik Iran dengan Mesir putus pada 1980. Pemutusan hubungan ini sebagai bentuk akumulasi protes Iran terhadap perjanjian damai antara Mesir dan Israel, yang diteken oleh mendiang Presiden Anwar Sadat.[]
sumber: tempo
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/02/05/38524/0/51/Ahmadinejad-memulai-kunjungan-bersejarah-ke-Mesir#sthash.sO6V3thm.dpuf

Minggu, 18 Agustus 2013

K.H. Hasyim Asy'ari --biografi singkat 1871-1947

Muhammad Rifai : K.H. Hasyim Asy'ari --biografi singkat 1871-1947--



Belajar dari Muhammad Rifai melalui buku K.H. Hasyim Asy'ari; Biografi singkat 1871-1947.
K.H. Hasyim Asy'ari disebut sebagai pemilik darah biru dan darah putih. Keturuan bangsawan disatu sisi dan keturunan 'alim dari arah yang lain. Dia adalah keturunan dari raja majapahit terakhir Prabu Brawijya VI (lembu peteng). 
Muhammad Rifai menuliskan silsilah beliau menurut Akarhanaf sebagai berikut. K.H. Hasyim Asy'ari bin Halimah binti Layyinah binti Sichah bin Abdul jabbar bin Ahmad bin Pangeran Sambo bin Pangeran Banawa bin Jaka Tinkir bin Prabu Brawijaya VI.
Beliau lahir pada tanggal 24 Dzulqa'dah 1287 H atau 14 Februari 1871 M. Putera ketiga dari sebelas bersaudara. Nama lengkap beliau Muhammad Hasyim Asy'ari bin Abdull Wahid bin Abdul Halim, yang bergelar pangeran Bona, bin Abdul Rohman Rahman yang dikenal dengan Jaka Tingkir Sultan Hadiwijoyo, bin Abdullah bin Abdul Aziz bin Abdul Fatih bin Maulana Ishaq, dari Raden 'Ain al Yaqin yang disebut Sunan Giri. Jadi, dari nasabnya beliau merupakan campuran darah biru dan darah putih. Campuran kalangan ningrat, priyayi, keraton dan kalngan tokoh agama, kiai, santri.

Inilah K.H. Hasyim Asy'ari, santri yang gemar mengaji, merasa tidak cukup belajar dari ayah dan kakeknya Kiai Usman, pada usia 15 tahun K.H. Hasyim Asy'ari remaja berkelana dari satu pesantren kepesantren lain untuk menuntut ilmu. mulai dari pesantren Wonokoyo (Probolinggo), pesantren langitan (Tuban), sampai pesantren Trenggilis (semarang). lalu dilanjutkan ke pesantren Kademangan (bangkalan) selanjutnya kepesantren Siwalan (sidoarjo). dan dipesantren terakhir inilah agaknya K.H. Hasyim Asy'ari berguru agak lama dari Kiai Ya'qub, lalu dijadikan menantu.
Pada kesempatan selanjutnya, K.H. Hasyim Asy'ari juga belajar dimana dari sumber mata air Islam, Makkah al Mukarromah. Disinilah beliau memperdalam Islam, dan berinteraksi dengan santri-santri dari berbagai negara. lalu pada kali kedua kesempatan beliau ke Makkah, ia bersama bebarap 'ulama dari berbeagai negara lain, bersepakat mengabdikan dirinya untuk menyebarluasakan Islam, dan bertekad untuk melakukan perubahan terhadap negerinya, yang notabene negeri para pelajar itu masih berada dalam invansi negara lain.
K.H. Hasyim Asy'ari adalah sosok revolusioner, pembaharu sekaligus penjaga jejak keaslian cara pandang Islam.
Beliau adalah orang yang gigih, dalam menyebarluaskan Islam, pilihan daerah Tebuireng sebagai tempat langkah awal mendirikan institusi pendidikan pesantren adalah sebuah pilihan yang "aneh". Sarang penyamun, perampok, dan lokalisasi prostitusi. sebuah medan dakwah yang sangat berat. Tapi beliau sadar betul, dakwah itu bukan untuk orang-orang yang 'alim, yang sudah jelas keilmuannya terhadap agama. Dakwah itu justru terhadap orang yang buta terhadap agama. Memberikan edukasi dan pencerahan, mengenalkan agama pada mereka, membina dengan sabar, melakukan langkah-langkah yang sistematis, serta menerangkan tujuan-tujuan hakiki kepada mereka itu. Itulah dakwah. Tentu tidak mudah, awal-awal Pembukaan pesantren Tebuireng, selama dua tahun pertama mendapat tanggapan yang kurang dari masyarakat sekitar, tidak jarang berbagai ancaman bahkan godaan sering menghadang dakwah yang mulia itu.
Tapi Allah Swt senantiasa bersama orang-oragn yang sabar, dan berdakwah dijalanNya. hingga akhirnya kita mengenal Tebuireng sebagai Institusi pendidikan pesantren yang memiliki pengaruh yang sangat luas. tidak hanya sebagai corong pengembangan pesantren dinusantara, tapi juga diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional, baik masa penjajahan belanda, jepang, masa mempertahankan kemerdekaan hingga saat ini.
Kontribusi besar beliau tidak cukup pada pendirian Pesantren Tebuireng.  K.H. Hasyim Asy'ari juga turut dalam upaya pemersatua ummat. baik skala nasional maupun internasional. dalam skala internasional, beliau mengutus K.H. Wahab Hasbullah dalam Muktamar Khilafah yang diselenggarakan oleh Saudi Arabia. walau akhirnya utusan ini ditolak karena persoalan administratif, namun peran beliau tidak surut. Pada kesempatan berikutnya beliau mengutus KHM Bisri Syamsuri dan KH Asnawi ke Arab Saudi guna menyampaikan surat mengenai kemerdekaan menerapkan mazhab empat ahli fiqh (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali), perbaikan mekanisme Haji, dan seruan untuk menjaga tradisi yang dinilai positif menurut pandangan K.H. Hasyim Asy'ari. Surat inipun mendapat respon dari Kerajaan Arab Saudi kala itu Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman Al Su'ud.
Dalam skala nasional, K.H. Hasyim Asy'ari tidak bisa dilepaskan dari keberadaan NU, MIAI, dan Masyumi. 
Kita mengenal ketiganya memiliki peran yang sangat besar dalam upaya menyebarluaskan Islam, mempersatukan Ummat dan perjuangan membentuk negara yang menegakkan nilai-nilai Islam.
Pemikiran K.H. Hasyim Asy'ari

Nahdhotul 'ulama
Dalam bidang pendidikan, K.H. Hasyim Asy'ari menyatakan tujuan diberikannya pendidikan kepada manusia itu ada dua. Pertama menjadi insan purna yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. jadi semata-mata pendidikan itu diselenggarakan dalam rangkah beribadah kepada Allah Swt. Hal ini berakibat pada pengharaman mempelejarai ilmu-ilmu yang membawa manusia pada kesyirikan dan kesesatan pemahaman terhadap Islam seperti, perdukunan, sihir, nujum kebatinan, dan filsafat.
Kedua menjadi insan purna yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. hal ini, merupakan konsekuensi logis bagi para penuntut ilmu. Pehamannya terhadap suatu hal akan menjadikan dirinya mampun bersikap dengan tepat terhadap kondisi yang dihadapinya pada posisi yang tepat pula. disamping itu, para 'alim adalah orang yang tenang hidupnya karena telah menyingkap berbagai tabir alam semesta melalui kepakarannya dalam bidang ilmu tertentu.
Dalam bidang Tasawwuf, K.H. Hasyim Asy'ari berusaha menempatkan tasawwuf pada tempat yang semestinya. Yaitu praktek-prakte kesufian harus berada dalam bingkai syariat. tidak keluar darinya atau bahkan tidak meninggalkan aspek syariat lainnya. Dia mengecam praktek sufi yang melanggar syara' atau bahkan meninggalkan syara', dan hanya fokus pada kesufian semata. 
Dalam bidang pemikiran Fiqh dan Hadist, K.H. Hasyim Asy'ari dikenal memegan kuat tradisi mengikuti mazhab empat (hanafi, maliki, syafi'i dan hambali). Walau saat ini, pada prakteknya mazhab syafi'i mendapat porsi yang lebih besar dalam penerapannya.
K.H. Hasyim Asy'ari menyatakan bahwa perbedaan pendapat diperkenankan selama masih dalam bingkai syariah dan tidak keluar dari ajaran-ajaran islam. Jadi sebenarnya beliau adalah orang yang paling luwes dalam mengambil pendapat fiqh dari empat mazhab tersebut. Padahal empat mazhab tersebut memiliki perbedaan hingga pada 6000 persoalan. Tapi inilah, Khazanan islam. Perbedaan ini bagi para pendirinya mengantarkan mereka para pribadi yang tinggi penghormatannya, dan kuat persatuannya.
Dalam bidang nasionalisme, K.H. Hasyim Asy'ari adalah orang yang paling tinggi nasionalismenya dalam memperjuangkan Islam, yang berdampak pada sikap anti penjajahannya. Serta bagaimana Resolusi jihadnya dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI pada awal-awal kemerdekaannya. Jadi sesungguhnya Nasionalisem kebangsaan yang dimiliki oleh K.H. Hasyim Asy'ari adalah nasionalisme yang bersumber dari nasionalismenya terhadap Islam.
**Ada yang sangat menarik bagi saya terkait pandangan beliau terkait agama dan negara. Dinyatakan bahwa beliau merasa sedih, karena Islam dalam negara tidak menjadi bagian yang penting dalam praktek tatanegara. Tetapi Islam hanya dijadikan oleh sebagian orang sebagai kendaraan politik untuk meraih kekuasaan.
Oleh karena itu menurut saya, perjuangan Islam dipemerintahan harus terus digerakkan. menjadikan Islam sebagai bagian penting untuk menjalankan praktek tatanegara adalah impian dari K.H. Hasyim Asy'ari itu sendiri. Sehingga tercipta Negara yang dapat mengakomodasi praktek-praktek dari nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi keberagaman, kesejahteraan, keadilan, hak asasi manusia dan tentu yang paling utama adalah beribadah kepada Allah Swt.
Oleh karena itu, beliau menganggap tujuan akhir dari politik Islam di Indonesia adalah pelaksanaan ajaran-ajaran (nilai-nilai Islam) dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemikiran K.H. Hasyim Asy'ari dalam aspek demokrasi lebih terlihat dari praktek kehidupan beliau selama berkiprah sebagai Ulama. barangkali beliau tidak mengenal baik frase demokrasi itu secara langsung, namun secara subtantif, beliau justru giat dalam menerapkan nilai-nilai demokrasi, yang mana saat ini demokrasi hanya dilihat dari penerapan demokrasi secara struktural. Sehingga kita melihat ada sebagian orang yang alergi terhadap istilah demokrasi dan sampai mengaharam-haramkannya.

Ya.. Praktek demokrasi yang K.H. Hasyim Asy'ari lakukan terlihat dalam upaya beliau mengelola pesantren Tebuireng, yang terbuka pada arus modernisasi. Tentu melalui proses seleksi dan adaptasi. juga pada bagaiman sikap beliau dalam menyelesaikan konflik melalui penekanan asa musyawarah bersama, serta upaya beliau dalam mempersatukan ummat.

Minggu, 13 Januari 2013

Mustafa Kemal Attaturk, Pahlawan atau Pengkhianat ?

Meluruskan Sejarah 3 Maret 1924 : Mustafa Kemal Attaturk, Pahlawan atau Pengkhianat ? 11 Votes
Penulisan sejarah biasanya berkaitan erat dengan siapa yang menjadi penguasa di zaman sejarah tersebut dibuat. Contoh lain adalah nama Mustafa Kemal Attaturk. Dalam sejarah dunia dia dianggap sebagai bapak pembaharu Turki modern yang namanya begitu harum sebagai peletak tonggak sekulerisme Turki. Namun bila kita jeli melihat sejarah dalam sudut pandang yang lain, Attaturk adalah orang Yahudi yang menyamar jadi muslim untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dialah orang yang mengabolisi Khilafah Islam dibubarkan pada 3 Maret 1924. Dia adalah pengkhianat sekaligus pecundang. Terjagalnya Khilafah tanpa daya pada bulan 28 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M bukanlah terjadi dengan sekejap mata. Sebagaimana kebaikan yang perlu proses untuk terjadinya, keburukan pun demikian, membutuhkan proses. Mustafa Kemal Ataturk menjagal Khilafah juga bukan proses sekejap, perlu proses yang panjang. Proses itu dimulai ketika pada awal abad ke-19 M kaum muslimin mulai meninggalkan al-Qur`an dan as-Sunnah untuk memecahkan masalah-masalah mereka, dan tertarik dengan ideologi Liberal yang menggiurkan nafsu manusia. Liberalisasi di Eropa Barat Setelah mengalami Renaisance abad ke-15 M, masyarakat Eropa Barat bersepakat untuk memisahkan agama dari kehidupan alias menganut faham sekulerisme. Sekulerisme ini dikristalkan oleh John Locke filosof Inggris menjadi ideologi Liberal, sebuah ideologi yang menempatkan manusia bebas dari ikatan apa pun, baik ikatan agama ataupun selain agama. Liberal dalam beragama, berekonomi, liberal berpolitik, seksualitas, liberal dalam segala hal. Ideologi inilah yang akan menghantarkan Barat kepada kebangkitannya, walau kebangkitan yang semu. Semangat Liberalisme ini mendorong pecahnya Revolusi Perancis tahun 1789 yang mengusung jargon ”Liberte, Egalite, dan Fraternite”. Revolusi Perancis berhasil menjauhkan agama dalam hal ini gereja dari masyarakat, negara maupun politik. Di awal abad ke-19 M, Perancis muncul menjadi paling kuat dan maju, menjadi negara nomor satu di dunia di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte. Khilafah Turki Utsmani Melirik Liberalisme Sementara itu, Khilafah Turki Utsmani masih mengalami kemandegan berpikir akibat terhentinya ijtihad dan mulai melirik ideologi Liberal yang sedang berkembang pesat di Eropa Barat. Kemajuan teknologi akibat revolusi Industri telah menyilaukan mata, sehingga tidak bisa membedakan mana teknologi yang bisa diambil dari bangsa manapun, dan mana peradaban yang harus disaring. Tahun 1828 di masa Sultan Mahmud II, pemikiran dan sistem sekuler mulai merasuk ke tubuh khilafah. Tahun 1876 M Gerakan Turki Muda yang tergila-gila dengan ideologi liberal berhasil memaksa Sultan Abdul Hamid II menerima Konstitusi 1876, sebuah konstitusi sekuler. Sejak itu, tanda-tanda keruntuhan Khilafah mulai di depan mata. Sekeliling khalifah sudah dipadati dengan orang-orang yang berideologi sekuler liberal, yang dipimpin oleh Perdana Mentrinya sendiri, Midhat Pasya si pemabok. Mustafa Lahir Pada kondisi Khilafah sedang sakit ideologi inilah Mustafa Kemal Atatürk yang akan menjadi penjagal Khilafah dilahirkan. Tepatnya tanggal 12 Maret 1881. Nama aslinya Mustafa. Ia dilahirkan di Salonika (sekarang di Yunani). Saat itu Yunani berada di dalam wilayah Khilafah Turki Utsmani. Ayah Mustafa bernama Ali Riza yang meninggal saat putranya berumur 7 tahun. Ibu Mustafa bernama Zubeyde Hanim, seorang muslimah taat yang berharap Mustafa menjadi ulama yang faqih. Namun Mustafa berbeda pendirian. Ia menjadi remaja pemberontak melawan segala bentuk peraturan. Ia kasar, dan kurang ajar pada gurunya. Di depan kawannya, ia sangat arogan dan penyendiri. Akhirnya pada usia dua belas tahun Mustafa dimasukkan ke akademi militer di Salonika. Ia ikut seleksi dan lulus jadi kadet. Di militer, nampaknya Mustafa menemukan dunianya. Ia mampu menunjukkan prestasi akademik yang bagus, sehingga salah satu pelajar menjulukinya “Kemal” yang berarti kesempurnaan. Sejak itu ia panggil Mustafa Kemal. Mustafa Dicekoki Ideologi Liberal Pada usia 14 tahun, Mustafa Kemal pindah ke sebuah akademi di Monastir. Saat-saat liburannya di Salonika, Mustafa Kemal senang berkunjung ke tempat-tempat hiburan Eropa dimana para wanita tidak mengenakan cadar, menyanyi, berdansa, dan duduk di meja bersama laki-laki. Mustafa Kemal senang minum-minuman keras. Dalam pergaulan, Mustafa Kemal banyak bersandar pada teman-temannya para pendeta Macedonia yang sengaja ”menangkapnya”. Para pendeta Macedonia inilah yang mengajarkan dasar-dasar bahasa Perancis bersama seorang teman Mustafa dari Macedonia yang bernama Fethi. Keduanya diajari buku-buku karya pemikir-pemikir liberal seperti Voltaire, Rousseau, Thomas Hobbes, dan John Stuart Mill, serta buku-buku lainnya. Hingga akhirnya, Mustafa mengarang syair yang mendengung-dengungkan nasionalisme dan berpidato di depan akademi militer. Mustafa berbicara kepada mereka tentang kerusakan sultan sebelum dia berumur 20 tahun. Mustafa Kemal kemudian ditempatkan di Istambul. Di sana dia menjadi pengunjung rutin rumah Madame Corinne, seorang janda Italia yang hidup di Pera, sebuah distrik kota yang telah mengalami Westernisasi. Ia pun hanyut dalam minum-minuman keras, bermain judi, dan bersenang-senang dengan musik. Setelah mencapai nilai tertinggi dalam ujian akhir, Mustafa lulus dengan gelar kehormatan pada Januari 1905 sebagai kapten. Mustafa menjadi atase militer di Sofia. Saat itu, Mustafa Kemal bergabung dengan perkumpulan mahasiswa nasionalis, yang dikenal sebagai Vatan (yang artinya Tanah Air). Para anggotanya menganggap dirinya kelompok revolusioner yang menentang pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, yang memberangus segala pemikiran “liberal” yang merongrong pemerintahan Islam. Kelompok ini selalu menyalahkan Islam yang dianggap membuat Turki terbelakang dan terus-terusan menyebarkan kebencian terhadap syari’at yang dianggap kolot, serta menjadikan ajaran-ajaran sufi sebagai tertawaan. Anggotanya bersumpah melengserkan sultan dan menggantinya dengan sistem pemerintahan Barat dengan konstitusi dan parlemen, menghancurkan otoritas para ulama, menghapus jilbab dan kerudung, serta mendeklarasikan kesetaraan gender. Tak lama bergabung, Mustafa Kemal menjadi pemimpinnya. Mustafa diundang untuk menghadiri salah satu pertemuan di sebagian rumah-rumah orang Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Italia dan organisasi-organisasi Freemasonry Italia. Turki Muda menjadikan perlindungan yang diberikan kepada Yahudi ini sebagai tameng. Mereka mendapat bantuan finansial dalam jumlah yang sangat besar dari berbagai pihak. Tahun 1908 M Kaum nasionalis sekuler, Turki Muda, melakukan revolusi. Revolusi ini dalam rangka merongrong Sultan Abdul Hamid II yang menentang konstitusi 1876 yang sekuler dan selalu menyerukan kembali ke Syari’at Islam. Pema’zulan Sultan Abdul Hamid II Akhirnya pada tanggal 26 April 1909 M Turki Muda yang berkomplot dengan Syaikhul Islam, Mohammad Dia’ uddin Afandi, berhasil memberhentikan Sultan Abdul Hamid II, seorang khalifah yang saleh dan lembut. Sejak saat itu Khilafah Utsmaniyah dikuasai kaum nasionalis Turki. Setelah pemberhentian Sultan Abdul Hamid II banyak orang mulai menulis buku baik berbahasa Inggris, Arab maupun Turki, yang memfitnah dan menyerang Sultan Abdul Hamid II. Mereka memfitnah Sultan Abdul Hamid II sebagai orang yang menjadikan Daulah Utsmani tenggelam semakin dalam dan menampilkan Turki Muda sebagai pahlawan. Dalam buku-buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh kaum sekuler, Gerakan Turki Muda ini disebut-sebut sebagai gerakan untuk mencapai perbaikan nasib menentang Sultan Abdul Hamid II yang mereka sebut sebagai Kaum Kolot. Gerakan Turki Muda ini dianggap sebagai pemicu pergerakan nasionalis sekuler di Indonesia. Setelah Sultan Abdul Hamid II diberhentikan, tahun 1909 M Sultan Muhammad Risyad menggantikannya sebagai Khalifah Turki Utsmani. Namun pemerintahannya sebenarnya sudah tidak berarti karena dibawah perintah Turki Muda. Di tubuh Turki Muda sendiri terjadi perpecahan. Mustafa Kemal akhirnya meninggalkan Turki Muda dan kembali menekuni kemiliteran 10 tahun berikutnya seperti sebelumnya. Berkat pribadi keras dan kecerdasannya, ia merengkuh banyak kekuasaan politik. Ia habiskan malam dengan mengadakan rapat rahasia untuk merencanakan makar, yang diharapkan menghasilkan kekuasaan absolut baginya. Khilafah Turki Utsmani Terseret Perang Dunia I Tahun 1914 Pecah Perang Dunia Pertama. Jerman yang menguasai minyak di Irak dan mengancam sumber minyak Inggris di Iran dan Jazirah Arab, dengan kekuatan besar berambisi menguasai dunia. Inggris, Perancis dan Rusia pun bersekutu mengumumkan perang melawan Jerman. Selain beraliansi dengan Austria, Jerman membujuk Khilafah Turki Utsmani untuk ikut Perang Dunia I melawan Sekutu. Tahun 1918 Jerman dan Austria- Hungaria dituntut meletakkan senjata. Maka berakhirlah Perang Dunia I. Kemenangan akhirnya ada di pihak Sekutu. Setelah Rusia keluar dari persekutuan dan AS kembali ke politik isolasinya, tinggallah Inggris dan Perancis membagi-bagi wilayah Khilafah Utsmani. Ketika Inggris menduduki Istambul, ibukota Khilafah Utsmaniyah Mustafa Kemal melarikan diri ke Anatolia, tempat ia memulai perjuangan untuk pembebasan Turki. Kebiasaan berzina diteruskan Kemal pada para wanita pemburu cinta, yang berkeliaran di sekitar garnisun. Mustafa Kemal Menjadi Pahlawan Boneka Untuk mengakhiri Khilafah Utsmani hingga ke akar-akarnya Barat membuat skenario busuk namun licin. Mereka akan melahirkan seorang pahlawan boneka yang bisa dijadikan partner pasukan sekutu. Pahlawan ini akan menjadi harapan umat Islam yang sedang dilanda keputusasaan. Pilihan mereka jatuh kepada Mustafa Kemal. Intelijen-intelijen Inggris berhasil menemukan ”impian mereka” yang telah lama didambakan dalam pribadi Mustafa Kemal, seorang yang memiliki watak diktator. Hubungan antara intelijen Inggris dan Kemal dilakukan melalui perantaraan seorang intelijen bernama Amstrong yang memiliki hubungan dekat dengan Kemal. Skenario ini dilaksanakan. Di akhir Perang Dunia I Mustafa Kemal memimpin pasukan pertahanan Turki melawan Pasukan Sekutu Eropa dan Yunani yang menguasai Izmir. Mustafa Kemal mendengungkan spirit Jihad di Turki, mengangkat al-Qur`an dan membuat orang-orang Inggris menarik diri tanpa terjadi bentrokan senjata apa pun. Tanpa mengalami banyak kesulitan, Mustafa Kemal berhasil menguasai beberapa tempat strategis. Dunia Islam menyambutnya dengan penuh antusias dan memberinya gelar ”ghazi” (panglima perang yang gagah dan tanpa tanding). Saat Yunani kalah dan Turki menang, rakyat mabuk kemenangan, dan memuja Mustafa Kemal sebagai sang Penyelamat. Ia digelari Pembela Kebenaran. Berbagai pengakuan para diplomat asing makin meneguhkan kedudukannya sebagai pahlawan Turki melawan Barat. Para khatib menyambutnya dengan sangat hangat. Para penyair memujinya. Ahmad Syauqi, misalnya dalam sebuah awal baitnya menyejajarkan Mustafa Kemal dengan Khalid bin Walid si pedang Allah dengan syairnya. ”Allahu Akbar, betapa banyak penaklukan yang demikian mengagumkan wahai Khalid Turki, perbaharuilah kepahlawanan Khalid Arab!” Ya, sebuah skenario jahat yang luar biasa sukses! Sekarang Mustafa Kemal menjadi seorang panglima militer yang memiliki kedudukan Banyak wanita yang memujanya dengan mengenakan foto Kemal dalam locket di lehernya. Sebagai pembebas negaranya, Mustafa kemal sudah terbiasa tidur dengan para wanita yang mau dan bernafsu. Hingga tahun 1919 M Mustafa Kemal masih bersandiwara. Untuk menutupi kebenciannya kepada Islam dan untuk meraih simpati rakyat Khilafah. Ketika dia berhasil menang atas Yunani di Ankara, ia berbicara di hadapan publik, ”Sesungguhnya semua rencana akan diambil tidak dimaksudkan kecuali untuk melindungi kesultanan dan khilafah serta pembebasan sultan dan negeri ini dari perbudakan orang-orang asing.” Mustafa Mulai Membuka Topeng Bulan April 1920 Mustafa Kemal membentuk dan memimpin Majelis Nasional Agung Turki yang berpusat di Ankara. Tahun 1922 kaum nasionalis sekuler Turki makin merajela. Sultan Mehmet VI Vahdettin (Wahiduddin) dijatuhkan. Kelompok nasionalis ini membuat kekuasaan Khalifah ditiadakan pada tanggal 1 November 1922. Mulailah Mustafa Kemal menampakkan kebenciannya kepada Islam. Pada tanggal 19 November 1922 melalui Majelis Nasional Turki di Ankara, Mustafa Kemal mengangkat Abdul Majid II menjadi Khalifah menggantikan Muhammad Wahiduddin yang melarikan diri. Sultan Abdul Majid ini sebenarnya hanya khalifah boneka yang sama sekali tidak memiliki kekuasaaan apa-apa. Pada tanggal 29 Oktober 1923 kaum nasionalis sekuler Turki memproklamirkan berdirinya Republik Turki dengan Mustafa Kemal sebagai presidennya. Tidak lama berkuasa, ia menyatakan tegas bahwa ia akan menghancurkan puing reruntuhan Islam dalam kehidupan bangsa Turki. Hanya dengan mengeliminasi segala hal berbau Islam, Turki bisa ‘maju’ menjadi bangsa modern yang dihormati. Tanpa ragu Kemal menyerang Islam dan pilarnya. Pernikahan Mustafa Kemal Mustafa Kemal akhirnya menikah juga. Ia menikah dengan Latife Usakligil.anak perempuan Ushakizade Muammer, seorang Smyrna yang kaya dan berminat pada perkapalan dan perdagangan intgernasional. Meskipun Latife orang turki yang berkulit zaitun dan memiliki mata gelap dan besar, namun ia telah belajar ilmu hukum di Eropa dan berbahasa Perancis seperti wanita Perancis. Mereka menikah di rumah ayah Latife dengan gaya Eropa sebagai upaya untuk menghapuskan adat-adat yang Islami. Dalam perkawinan Islam, pengantin laki-laki dan perempuan tidak boleh saling bertemu sampai setelah upacara akad nikah selesai. Namun, Kemal dan Latife melanggar tradisi dan mengucapkan janji setia mereka sambil duduk di atas bangku. Setelah itu Kemal mengajak istrinya melakukan perjalanan bulan madu, dengan memanfaatkan isterinya sebagai contoh dalam kampanyenya untuk menggalakkan emansipasi terhadap wanita Turki. ”Itulah cara untuk memperlakukan seorang wanita,” katanya, dengan menunjuk Latife yang berdiri di sampingnya dengan mengenakan celana. Memamerkan isteri barunya dengan cara yang tidak lazim semacam itu menyulut kemarahan bagi kalangan Islam yang mereka sebut tradisionalis di antara lawan-lawan politiknya, khususnya ketika Latife tampil mengenakan gaun pendek yang mempertontonkan bagian-bagian tubuh secara terbuka pada berbagai acara pesta besar. Tahun 1340 H/ 1923 M Mustafa Kemal menandatangani perjanjian dengan negara-negara Barat yang dikenal dengan nama Perjanjian Luzan (lausane). Perjanjian itu mewajibkan Turki menerima beberapa syarat yang dikenal dengan nama syarat Karzun (Curzon) yang empat. Karzun adalah ketua delegasi Inggris dalam pertemuan Luzan. Empat syarat itu: Pemutusan Turki dari semua hal yang berhubungan dengan Islam. Penghapusan Khilafah Islam untuk selama-lamanya. Mengeluarkan Khalifah dan para pendukung Khilafah dan Islam dari negeri Turki serta mengambali harta khalifah. Mengadopsi undang-undang sipil sebagai pengganti undang-undang Turki yang lama. Mustafa Menjagal Khilafah Dan tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal pun memulai proses penjagalan Khilafah yang tanpa daya. Ia memanggil semua anggota Majelis Nasional untuk mengadakan pertemuan. Malam-malam sebelumnya, Mustafa Kemal berusaha membungkam suara penentangnya dengan mengancam dengan hukuman mati bagi para pengkritik pendapatnya. Mustafa Kemal mengusulkan pada Majelis Nasional proyek pembubaran khilafah yang dia sebut sebagai ”bisul sejak Abad Pertengahan” untuk selamanya dan mendirikan negara Turki sekuler. Keputusan pun diambil tanpa perdebatan. Keputusan mencakup pembuangan Khalifah pada hari berikutnya ke Swiss. Maka obor khilafah pun padam, di tangan Mustafa Kemal. Berita Pembubaran Khilafah ini memunculkan kegundahan di seluruh dunia Islam. Karena bagaimana pun selama ini Istambul merupakan lambang kekuatan politik bagi dunia Islam. Penyair Syauqi yang sebelumnya memuji Mustafa Kemal, meratap sedih atas peristiwa yang terjadi. Di Indonesia,.kelompok modernis, seperti al-Irsyad, Muhammadiyah, Persis, Sarekat Islam dan Kelompok tradisi yang nantinya mendirikan Nahdhatul Ulama bersepakat untuk menegakkan kembali khilafah. Mereka membentuk Komite Khilafah tanggal 4 Oktober 1924 di Surabaya dengan ketua Wondosudirdjo dari Sarekat Islam dan wakil ketua K.H. Abdul Wahab Hasbullah tokoh pendiri Nahdhatul Ulama sebagai utusan dalam kongres Khilafah di Mesir. Mustafa Mengubur Peradaban Islam Sementara itu di Turki, setelah sukses menjagal Khilafah, mulailah Mustafa Kemal mengubur peradaban Islam dari bumi Turki. Tahun 1925 M/ 1344 H masjid-masjid ditutup dan pemerintah memberangus semua gerakan keagamaan dengan segala kebengisannya.. Tahun itu juga, Latife yang minta diperlakukan dan dihormati sebagaimana mestinya seorang istri, dengan kasar diceraikan oleh Mustafa Kemal dan diusirnya. Setelah bercerai, Mustafa menjadi lelaki tak tahu malu dan tak mengenal batas. Ia menjadi peminum berat dan tak bisa lepas dari miras. Sejumlah lelaki muda tampan, istri, dan putri pendukungnyapun menjadi objek pemuas syahwat dan korban agresi vital nafsunya, sampai ia menderita penyakit kelamin. Sementara itu, gemuruh kaum oposisi Turki mulai menderu. Gemuruh itu akhirnya meledak pada 1926, ketika suku Kurdi gunung melancarkan pemberontakan bersenjata melawan rezim Kemalis. Mustafa Kemal tak buang waktu. Seluruh suku Kurdistan di Turki dibinasakan dengan bengis, desa dibakar, ternak dan hasil panen dihancurkan, perempuan dan anak-anak diperkosa dan dibantai. 46 kepala suku Kurdi digantung di depan umum. Dan terakhir, mengeksekusi Syekh Said, pemimpin suku Kurdi. Tahun 1926/ 1345 M Syariah Islam diganti dengan hukum sipil yang diadopsi dari hukum Swiss. Tahun itu juga Penanggalan Hijriyah diganti dengan penanggalan masehi sehingga angka tahun 1345 H dihapus di seluruh Turki dan diganti dengan 1926 M. Tahun 1928 M/ 1347 H Teks undang-undang menghapus Turki sebagai pemerintahan Islam. Teks sumpah yang diucapkan para pejabat pemerintah saat dilantik yang sebelumnya bersumpah dengan nama Allah diganti dengan hanya mengucapkan ”Dengan kehormatan mereka, mereka akan menunaikan kewajiban.” Tanggal 1 November 1928 dibuat UU tentang pengambilan dan penerapan alfabet (Latin) serta pelarangan tulisan Arab. Tahun 1929 M/ 1348 H. Pemerintah mulai mewajibkan secara paksa untuk menggunakan huruf-huruf latin dalam penulisan bahasa Turki sebagai ganti huruf Arab yang dipakai sebelumnya. Pengajaran bahasa Arab dan Persia dihapuskan dari seluruh fakultas. Buku-buku yang terlanjur dicetak dalam huruf Arab diekspor ke Mesir, Persia dan India. Pemerintah Turki ingin memutus hubungan Turki dengan masa lalu keislaman mereka, juga memutus hubungan Turki dengan kaum muslimin di seluruh negeri Arab dan negeri Islam lainnya. Tahun 1931-1932 M/ 1350-1351 H pemerintah membatasi jumlah masjid. Mustafa Kemal terus mencerca masjid-masjid. Dia menutup masjid utama di Istambul dan mengubah Masjid Aya Shofia menjadi museum, sedang Masjid al-Fatih dijadikan gudang! 1933 M/ 1352 H Fakultas Syariah di Universitas Istambul ditutup. Pemerintah juga menghapus pendidikan agama di sekolah-sekolah khusus. Mustafa Kemal meniupkan ruh nasionalisme ke tengah-tengah bangsa Turki dengan selalu mendengung-dengungkan. ”Sesungguhnya Turki adalah pemilik peradaban yang paling tua di dunia. Sudah tiba saatnya kini untuk diambil kembali dan menggantikan peradaban Islam.” Tahun itu juga Mustafa Kemal melalui Majelis Nasional (National Assembly) kemudian menyandangkan gelar Ataturk pada dirinya, yang berarti Bapak orang-orang Turki. Mustafa Kemal Ataturk memerintahkan penerjemahan al-Qur`an ke dalam bahasa Turki, sehingga kehilangan makna-maknanya dan cita rasa bahasanya. Puncaknya, dia memerintahkan agar adzan dilakukan dengan menggunakan bahasa Turki! Tanggal 3 Desember 1934 dibuat UU tentang larangan memakai busana tradisional yang Islami. Pemerintah memerintahkan kaum wanita untuk menanggalkan jilbab dan membiarkan mereka berkeliaran dimana-mana tanpa mengenakan jilbab. Pemerintah juga menghapuskan kepemimpinan kaum lelaki atas wanita dengan semboyan demi kebebasan dan kesetaraan jender. Pemerintah mendorong diselenggarakannya pesta-pesta tari dan drama-drama yang menggabungkan lelaki dan perempuan. Tahun 1935 M Pemerintah Turki mengubah hari libur resmi Jumat menjadi hari Minggu yang dimulai Sabtu Zhuhur hingga Senin pagi. Pengaruh Mustafa Kemal ke Dunia Islam Langkah-langkah yang diambil Mustafa Kemal ini memiliki dampak yang luas di Mesir, Afghanistan, Iran, India dan Turkistan serta kawasan dunia Islam lainnya, termasuk Indonesia. Langkah-langkah ini memberi peluang bagi kalangan yang menyeru pada westernisasi dengan menjadikan Turki sebagai teladan utama saat menyatakan tentang kemajuan dan kebangkitan. Media-media yang orientasinya memusuhi Islam menyambut gembira apa yang dilakukan oleh Mustafa Kemal Ataturk. Media-media itu menyebarkan apa yang dikatakan oleh Ataturk dengan ungkapannya, ”Turki baru, sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan agama.” Atau, saat lain ia memegang al-Qur`an di tangannya dan dengan congkaknya menyatakan, ”Sesungguhnya kemajuan bangsa-bangsa tidak mungkin dilakukan dengan menerapkan hukum-hukum dan kaidah-kaidah yang telah berlalu beberapa abad lamanya.” Na’udzubillahi min dzalik! Mustafa Kemal yang telah murtad ini selalu berkoar di mimbar-mimbar agar rakyat Turki meniru apa yang ada di Barat Salibis dan mengajak pada kebebasan yang berbau kekufuran bagi kalangan wanita Turki. Mustafa mengajak pada degradasi akhlak dengan anggapan bahwa minum minuman keras, judi dan perzinahan tak lain sebagai gambaran dari tingginya peradaban dan kemajuan. Setelah menghukum mati teman-teman yang dulu seperjuangan dengannya, kini Mustafa Kemal jadi diktator absolut bagi Turki sekuler. Kematian Mustafa Kemal Tahun 1938 M, kesehatan Mustafa Kemal Ataturk memburuk, dan meninggal dunia pada tanggal 10 November 1938/ 1356 H dalam kondisi terkena penyakit pengerasan hati (cirrhosis) akibat kecanduan alkohol. Demikianlah, akhir hayat seorang diktator sekuler liberal penjagal Khilafah. Mustafa Kemal Ataturk la’natullah ’alaihi. Demikianlah, walau Mustafa Kemal Ataturk telah binasa, namun kader-kader dan pendukungnya di berbagai negeri, termasuk di Indonesia masih banyak. Sejarah tentang Mustafa Kemal Ataturk banyak yang disembunyikan dan diputarbalikan. Mustafa Kemal Ataturk ditulis sebagai seorang pahlawan, dan sebaliknya Khilafah yang ia jagal digambarkan dengan gambaran yang sangat kelam. Tugas kita semua meluruskan penyimpangan sejarah ini, agar anak cucu kita tak salah menilai siapa Mustafa Kemal Ataturk ini. Amin. *) Oleh : Umar Abdullah, Penulis Naskah VCD Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah, VCD Sejarah Pornografi, Erotisme dan Seks Bebas, dan buku Kapitalisme, The Satanic Ideology Sumber Bacaan: Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Ali Muhammad Ash-Shalabi. (ad-Daulah al-‘Utsmaaniyyah ‘awaamilut tahwidh wa asbaabus suquuth. Maktabah Al-Iman). Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2003. Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islam. Abdul Qadim Zallum. (Terjemahan How The Khilafah Destroyed. Khilafah Publication. London). Al-Izzah. Bangil. 2001. Para Pengkhianat. Maryam Jameelah. (Terjemahan Traitrors of Islam in Islam and Modernism. www.khilafah.org). 2003. Pustaka Thariqul Izzah. Bogor. 2003. Rahasia Kehidupan Seksual Para Diktator Besar. Nigel Cawthorne. (Terjemahan Sex Lives of The Great Dictators. Carlton Books. London). Penerbit Alas Publishing. Yogyakarta. 2007 Sejarah Para Khalifah. Hepi Andi Bastoni. Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2008. www.wikipedia.org

Selasa, 23 Oktober 2012

Rahasia Skenario Ilahi


Mystery Rahasia Skenario Ilahi di Balik Sejarah Dunia oleh: Ujang Bandung OPINI | 09 August 2012 | 09:01Dibaca: 272 Komentar: 2 1 menarik Pernahkah anda menonton sebuah ceritera film atau sandiwara yang mungkin anda anggap terlalu ‘klise’ dan membosankan,apa sebab (?) sebab jalan ceriteranya teramat sederhana dengan karakter pemeran ceritera yang tidak terlalu banyak dan adegan demi adegan yang terlalu sederhana, tidak variatif.sehingga dari awal anda sebagai penonton seperti sudah bisa menebak siapa yang akan menjadi sang pahlawan dan siapa yang akan menjadi sang antagonis,dan bagaimana akhir dari ceriteranya itu pun sepertinya anda sudah bisa menebaknya,artinya tak ada unsur teka teki yang membuat anda sebagai salah seorang penonton berfikir keras untuk menebaknya.itulah mungkin alasan anda untuk mengganggap bahwa isi ceritera film seperti itu sangat tidak menarik dan sangat membosankan,dan sang pembuat ceritera film seperti itu pasti akan anda kategorikan sebagai seorang yang kurang memiliki ‘visi’ yang mendalam. Kemudian sekarang coba bandingkan penuturan diatas dengan ilustrasi berikut : Suatu saat anda menonton sebuah film yang jalan ceriteranya berbeda jauh dengan yang diilustrasikan diatas sebab jalan ceritera film yang anda tonton justru terdiri dari berbagai adegan yang teramat beraneka warna dan beragam,demikian pula karakter para pemerannya demikian beragam .dan saking teramat banyak dan beraneka ragamnya adegan dan para pemerannya,anda menjadi sulit untuk menebak apa sebenarnya isi ceritera film itu,apalagi untuk memaknainya secara utuh sebagai sebuah jalinan ceritera yang memiliki makna.artinya isi ceritera film itu seperti terlalu banyak berisi teka teki yang penonton awam pasti akan sulit untuk menebaknya.saking rumitnya jalan ceriteranya sehingga siapa sang pahlawan dan siapa sang antagonisnya sampai menjelang ceritera film berakhir masih sulit untuk ditebak………dan sehingga saking banyak dan beragam nya adegan yang dibuat sehingga dari satu adegan ke adegan yang lain satu sama lain seperti tidak saling bersambungan,hal itu menimbulkan ‘prasangka’ atau ‘kecurigaan’ dikalangan penonton tertentu yang mulai berfikir bahwa ceritera film itu sebenarnya tidak dibuat dengan berdasar kepada sebuah scenario tertentu dan beranggapan bahwa semua adegan berjalan hanya mengikuti keinginan para pemerannya masing-masing,artinya para pemain itulah sebenarnya yang membuat dan menentukan jalan ceritera masing masing (!) yang lain mulai berfikir : ‘mungkin pembuat ceritera film itu tidak satu orang dan masing masing membuat sendiri alur ceriteranya masing masing’ sehingga alur ceritera menjadi seperti banyak dan beragam. Tapi sang penonton yang cerdas justru tidak memiliki anggapan seperti kebanyakan penonton lain ia bisa menangkap ‘sesuatu’ yang tidak bisa ditangkap oleh para penonton lain.sesuatu yang membuat ia yakin bahwa sang pembuat ceritera itu sebenarnya seorang jenius yang pandai bermain teka teki dan pandai merangkai teka tekinya itu melalui beragam adegan yang sulit ditebak oleh para penonton. artinya ia melihat banyak dan beragam nya adegan yang dibuat itu justru menunjukan kejeniusan sang pembuat ceritera dalam menyusun alur ceritera yang sulit diikuti oleh penonton yang cara berfikirnya ‘kaku’ tidak fleksibel’ ,dengan kata lain ia sebenarnya tengah membuat sebuah ceritera yang berdasar kepada sebuah ‘visi’ tersendiri yang unik yang tidak bisa difahami oleh semua orang, hanya penonton yang berfikiran mendalam sajalah yang bisa menerka apa sebenarnya ‘visi’ sang pembuat ceritera film melalui ceritera yang dibuatnya itu. Sehingga sampai diujung ceritera …….ternyata tidak semua penonton bisa memahami apa maksud tujuan sang pembuat ceritera dengan jalan ceritera yang teramat rumit yang dibuatnya itu. Dua ilustrasi diatas sebenarnya adalah upaya untuk menafsirkan hanya satu ayat yang terdapat dalam kitab suci Al Qur ‘an : ‘Sekiranya Tuhan menghendaki niscaya kamu dijadikannya satu umat……..’ dan pengertian dari ayat itu bisa difahami secara lebih luas dan mendalam bila kita mengaitkannya dengan apa yang tertulis dalam amsal nabi Soelaman : …..Tuhan telah menciptakan aku (hikmat) sebagai permulaan pekerjaanNya…sebagai perbuatanNya yang pertama tama dahulu kala……. Saya menangkap ada suatu mistery Ilahi dibalik dua keterangan diatas itu,dan saya anggap bersifat mistery sebab dua keterangan diatas berhubungan erat dengan alur ceritera sejarah dunia yang jarang dikaji dan difahami orang,karena kebanyakan manusia melihat sejarah hanya dari sudut pandang ‘permukaan kulit luar’ sebagai tidak lebih dari rangkaian peristiwa demi peristiwa yang seolah tercipta melalui sebab-akibat yang bersifat manusiawi belaka. Dari ayat kitab suci Al Qur’an diatas ada dua hal yang bisa kita ilustrasikan dan kita perbandingkan satu sama lain : 1.Bila Tuhan menjadikan manusia satu umat maka Tuhan akan mendesain sejarah dunia secara simpel - sederhana seperti sang pembuat ceritera film diatas yang membuat alur ceritera yang sederhana yang mudah ditebak para penontonnya.bila Tuhan menjadikan manusia ‘satu umat’ maka konsekuensi yang akan terjadi adalah : didunia ini seluruh umat manusia hanya akan mengenal satu Tuhan -satu kebenaran-satu agama dimana hal hal yang serba satu itu akan bisa manusia fahami secara mudah sebab manusia tidak mengenal banyak ‘pesaing’yang berasal dari berbagai tuhan-agama serta ‘kebenaran’ yang lain.dan untuk merealisasikan kondisi seperti itu (manusia yang satu umat)memang Tuhan seperti tak perlu mendesain sejarah dunia dengan beragam adegan yang terlalu beraneka warna warni,sebab terlalu banyaknya adegan sejarah yang terlalu berwarna warni justru akan membuat manusia menjadi sulit untuk menemukan serta memahami yang konsep kebenaran Ilahi yang serba satu itu. 2.Bila Tuhan memilih TIDAK berkehendak menjadikan manusia satu umat berarti Tuhan memilih mendesain sejarah dunia sedemikian rupa sehingga ujungnya di dunia ini menjadi ada begitu banyak umat,golongan, menjadi ada begitu banyak agama dan ‘kebenaran’,bahkan menjadi seperti ada banyak ‘tuhan’.dan konsekuensinya bagaimana mencari kebenaran Ilahiah yang satu diantara realitas yang serba beragam itu otomatis menjadi tidak mudah,sebagaimana kita ketahui ‘kebenaran’ tidak hanya dinyatakan oleh agama Ilahi tapi ‘kebenaran’ juga seperti datang dari berbagai arah yang berbeda dan berlainan dinyatakan oleh berbagai agama,institusi dan kepercayaan yang berbeda beda. Dalam ke aneka ragaman adegan realitas sejarah seperti itu itu ‘konsep kebenaran mutlak’ Ilahi menjadi seperti sesuatu yang tidak mudah ditangkap-difahami serta dikonsepsikan,sebab tiap umat-golongan seperti memiliki persepsi yang berbeda beda yang satu sama lain bahkan bisa saling berbenturan,sebagai contoh betapa sengitnya pergumulan yang terjadi diantara para agamawan-filosof-saintis sebagai ‘para pemeran sandiwara kehidupan dengan karakteristik yang berbeda’ yang selalu cenderung tidak sepakat tentang konsep ‘kebenaran’….. Artinya Tuhan memiliki 2 opsi pilihan dalam mendesain sejarah dunia yang salah satu opsi itu Tuhan beritahukan secara tersirat melalui kitab suci Al Qur’an,tapi dari opsi yang tersirat itu kita sebenarnya sudah bisa menebak opsi yang sebaliknya dari opsi yang dinyatakan itu.dan manusia akan tahu mana opsi yang akhirnya Tuhan pilih untuk direalisasikan. Artinya bila sejarah kehidupan dunia didesain ‘sederhana’ tanpa ada banyak pemeran dan adegan yang beraneka ragam dan berwarna warni maka umat manusia sebenarnya akan lebih mudah digiring untuk menjadi satu umat- satu keyakinan atau kepada suatu realitas-keadaan dimana manusia tidak perlu berfikir terlalu keras dan mendalam untuk menangkap pengertian bahwa Tuhan itu satu - kebenaran itu dan agama yang benar itu satu,sebab manusia tidak mengenal banyak ‘ pesaing’ dari kebenaran Ilahi.kondisinya mungkin akan sama dengan realitas kehidupan dunia di zaman nabi Adam : saat itu mudah bagi manusia (Adam dan keluarganya saat itu) untuk mengenal bahwa Tuhan itu satu-kebenaran itu satu dan agama yang benar itu satu,karena saat itu realitas kehidupan belum beragam dan berwarna warni,saat itu belum ada ‘kebenaran-kebenaran’ lain yang datang dari berbagai arah yang berbeda yang memiliki konsep yang berbeda dengan konsep kebenaran Ilahi, dengan kata lain saat itu belum banyak terjadi ‘persaingan’ antar kebenaran yang satu dengan yang lain. Lalu pertanyaannya kini adalah mengapa Tuhan akhirnya lebih memilih opsi kedua (?) itulah yang harus kita cari dan kita dalami.mengapa Tuhan memilih opsi dengan akhirnya mendesain skenario sejarah dunia sedemikian rupa dengan begitu banyak karakter pemeran dan dengan begitu banyak adegan yang berwarna warni sehingga konsekuensinya konsep kebenaran mutlakNya menjadi seperti sesuatu yang ‘mystery’- yang sulit dicari - sulit difahami dan sulit ditemukan orang.sederhananya : mengapa untuk mencari Tuhan untuk mencari rahasia kebenaran hakiki menjadi harus berfikir keras dengan harus melewati berbagai hadangan - bantahan dari sana sini (coba kalau Tuhan mendesain sejarah dunia secara sederhana saja (sehingga manusia menjadi satu umat) maka kita tak perlu sekeras dan sedalam itu dalam berfikir dan kita tak perlu harus bergumul dengan menghadapi berbagai lawan dari berbagai arah…..) Sebab pada kenyataannya Tuhan memilih untuk mendesain sejarah dunia sedemikian rupa sehingga didunia ini menjadi ada begitu banyak adegan dan pemeran yang berbeda beda ,beragam dan berwarna warni,dimana dari kondisi demikian lahirlah banyak umat-golongan yang berbeda beda kepercayaan, begitu pula lahirnya berbagai institusi yang mendeskripsikan ‘kebenaran’ dengan cara dan metode yang berbeda beda seperti bentuk kebenaran yang datang dari dunia filsafat-sains. Apa konsekuensi lebih jauh dari Tuhan memilih opsi kedua yaitu menciptakan realitas sejarah yang tidak berorientasi kepada lahirnya hanya satu umat (?) 1.salah satu konsekuensinya bisa kita lihat-kita amati dan kita rasakan sekarang,untuk mencari bentuk kebenaran yang satu atau untuk sampai kepada pemahaman terhadap bentuk kebenaran yang bersifat hakiki terkadang sulit karena manusia terkadang harus berhadapan dengan berbagai bentuk ‘kebenaran’ lain yang menghadang atau merintanginya. 2.kemudian ketika kita mengklaim bahwa kebenaran Ilahi itu satu dan kebenaran agama yang kita anut bersifat mutlak maka arus penentangan yang tidak menerima klaim kita itu datang dari mana mana mereka merasa apa yang mereka pegang pun adalah ‘kebenaran’.(coba kalau Tuhan menjadikan manusia itu ‘satu umat’) 3.ada banyaknya terjadi pergumulan sengit antara berbagai bentuk ‘kebenaran’ terutama yang paling sengit adalah yang terjadi antara para agamawan-filosof dan saintis 4.lahirnya anggapan seolah ‘tuhan itu banyak’ ,’kebenaran itu banyak’ sehingga lahirlah kacamata sudut pandang pluralism-relativisme dlsb. Lalu apa yang Tuhan cari dan Tuhan inginkan dengan memilih opsi ke 2 yaitu memilih menciptakan realitas sejarah kehidupan dunia yang beragam dan beraneka warna (yang tidak memuara kan manusia pada menjadi satu umat ?) Apakah ada suatu ilmu tersendiri (yang bersifat Ilahiah) yang bisa memecahkan rahasia teka teki mengapa Tuhan memilih opsi ke 2 (?) bila ada dimana ilmu itu bisa kita cari dan bisa kita temukan serta kemudian bagaimana cara ilmu itu menjelaskan rahasia maksud tujuan Ilahi dibalik scenario sejarah dunia yang diciptakan berwarna warni itu (?) Bila anda memiliki pandangan bahwa ‘sejarah dibuat sendiri oleh kekuatan kekuatan manusia’ dan tidak meyakini adanya skenario Ilahi dibalik sejarah dunia (melepaskan peranan Tuhan atas sejarah dunia) maka tulisan ini di buat hanya untuk orang yang meyakini bahwa sejak nabi Adam turun kedunia Tuhan telah memiliki rencana scenario atas sejarah dunia,artinya sejarah dunia didesain berdasar sebuah ‘visi’ tersendiri yang bersifat Ilahiah sebagaimana yang telah bisa ditangkap oleh seorang nabi Soelaiman ribuan tahun lalu dan tersirat melalui ayat kitab suci Al Qur’an yang membuat perandaian tentang ‘satu umat’. Akhirnya…… apa yang tertulis disini itulah rabaan manusia………….benar -tidaknya Tuhan lebih maha tahu…semoga Tuhan mengampuni bila apa yang saya tulis keliru…….