SELAMAT DATANG DI BLOG DUNIA DAN KEHIDUPAN

SELAMAT DATANG....., DUNIA DAN KEHIDUPAN,....... DUNIA DAN KEHIDUPAN

Minggu, 05 Mei 2024

Aneka Lagu

 

Sudah lama aku menunggu

Untuk kedatanganmu

tapi kamu sudah berjanji

Kita ketemu di sini

Ayolah, kedatanganmu sudah dekat

Telah lama, telah lama 'ku menunggu. ............

Derita hidup yang berkualitas

Duhai pahit sekali

Pada siapa aku mengadu

Kalau bukan kamu

Ayolah, kedatanganmu sudah dekat

Telah lama, telah lama 'ku menunggu. ................................................. . ..

.....

Selain terima kasihnya,

Tiada yang lain lagi

Tempatku bersandar sendiri 

Mencurahkan isi hati,

Lama sekali aku menanti

Kedatanganmu kekasih,

Betapa hati tidak bisa bersedih

Kau biarkan aku sendiri

Sudah lama aku menunggu

Untuk kedatanganmu

tapi kamu sudah berjanji

Kita ketemu di sini

Ayolah, kedatanganmu sudah dekat

Sudah lama, sudah lama 'aku menunggu...,.....,                               






Sabtu, 04 Mei 2024

AYAT KURSY QS.2 : 255

 


                                            Ludfi: AYAT kursi adalah ayat ke 255 dari Surat Al Baqarah. Ayat kursi sering juga disebut sebagai ayat singgasana. Disebut sebagai ayat paling agung dalam Alquran, isinya tentang keagungan Allah serta kekuasaannya yang mutlak atas segala sesuatu.L  

[4/5 16.13] Ludfi ​​: Surat Al-Baqarah Ayat 255



Artinya:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang bisa memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar

Kabupaten BOJONEGORO TH 2023

 

PROpinsi Jawa Timur 

TOPI ABUNAWAS

  : *KEBOHONGAN YANG DILEGALKAN OLEH PENGUASA*


Al Kisah, Abu Nawas sedang berjalan di tengah pasar.

Dia melihat ke dalam topinya dan penuh bahagia. 

Orang-orang pun bertanya-tanya, lalu bertanya :


*Orang :*... “hai Abu Nawas, apa kamu yg lihat ke dalam topimu itu tampak tersenyum bahagia....??''


*Abunawas :*... “Aku sedang melihat Surga yang dekorasi rangkaian bidadari yg cantik nan menawan" (dengan ekspresi meyakinkan). 


*Seseorang :*... "Coba aku lihat .... ?" 


*Abunawas :*... Tapi saya tidak yakin kamu bisa melihat seperti apa yang saya lihat.” 


*Orang2 :*... “Mengapa....?".(serempak, karena sama-sama semakin penasaran)    


*Abunawas :*... “Karena hanya orang yang beriman saja dan shaleh yang bisa melihat Surga dan bidadarinya di topi saya ini"


*Seseorang :*... "Coba aku lihat....!!"


*Abunawas ;*... “Silahkan” 

Orang itu pun melihat ke dalam topi, lalu merenung ke arah Abu Nawas, kemudian menengok ke orang-orang di sekelilingnya dan berkata : ... *"benar-benar aku melihat surga dan bidadari .. luarbiasa dengan penuh kagum"*.


_*Orang-orang pun heboh ingin menyaksikan Surga dan bidadari di dalam topi Abu Nawas, tetapi Abu Nawas mewanti-wanti, bahwa hanya orang-orang yang "Beriman dan Shaleh" saja yang bisa melihatnya.*_

 

Dari sekian banyak yang melihat ke dalam topi itu banyak yang mengaku melihat Surga dan Bidadari tetapi banyak juga yang tidak bisa melihat sama sekali.


Mereka yang tidak bisa melihat berkesimpulan *"Abu Nawas telah berbohong"*


Mereka pun melaporkan Abu Nawas ke raja, dengan tuduhan telah mengungkap isu di tengah-tengah masyarakat.


Akhirnya, Abu Nawas dipanggil menghadap Raja untuk diadili...


*Dalam Sidang Pengadilan Raja*


*RAJA :*... " seharusnya di dalam topimu bisa melihat surga dengan bidadarinya...?”


*Abunawas :*... "Benar paduka Raja, tetapi hanya *orang yang beriman saja dan shaleh* yang bisa melihatnya. Sementara yang tidak bisa melihatnya, berarti dia belum beriman dan tidak Sholeh.


Kalau paduka Raja mau menyaksikannya sendiri, silahkan…”


*RAJA :*... "Baiklah, kalau begitu saya mau menyaksikannya sendiri.”...


Sudah pasti Raja tidak melihat surga apalagi bidadari di dalam Topi Abu Nawas. 


_*Raja berpikir, jika ia mengatakan tidak melihat surga dan bidadari, berarti ia termasuk tidak beriman dan orang sholeh, maka akan berdampak bisa merusak reputasinya sebagai Raja*_


*RAJA :*... (setengah berteriak dan pura-pura kagum) ... “Engkau benar Abu Nawas, aku menyaksikan Surga dan Bidadari di dalam topimu ..!!!"


Maka Rakyat yang menyaksikan reaksi Rajanya itu, lalu diam seribu bahasa dan tak ada lagi yang berani membantah Abu Nawas.


Mereka berbeda takut dengan Raja dan khawatir di cap belum beriman dan tidak shaleh...


_*Konspirasi yang ditebar oleh Abu Nawas, mendapat legitimasi dari Raja.*_


*Abunawas :*... (dalam hati tertawa sinis sambil bergumam) ... "

Beginilah akibatnya jika ketakutan sudah menenggelamkan kejujuran, maka kerusakan pun akan merajalela.


_*Ketika keberanian dan ketakutan telah menenggelamkan kejujuran, maka kegelapan akan melenggang kangkung sebagai sesuatu yang “benar.”*_


Ketakutan untuk berbicara jujur, juga karena faktor gengsi. 

Gengsi dianggap belum beriman atau dengan alibi/alasan lainnya.


Padahal, label gengsi itu hanyalah merekayasa opini publik yang diisi dengan eskalasi.


_*Kepercayaan diri sebagai pribadi yang mandiri untuk berkomitmen pada kebenaran berdasarkan prinsip kebenaran telah dirontokkan oleh kekhawatiran label status yang sesungguhnya sangat subyektif dan semu.*_


Kecerdikan ringkasan (kebohongan) opini publik Abu Nawas, telah menumbangkan kebenaran dan kebenaran.


*_Akhirnya, kecerdasan tanpa kejujuran dan keberanian, takluk di bawah kecerdikan yang dilakonkan dengan penuh keberanian dan kepercayaan diri meski pun itu adalah gambaran yang besar dan nyata._*


Kasus legitimasi versi Abu Nawas ini, *mungkin* telah terjadi disekitar kita. 

Tentu dengan aneka versinya. 


Bagaimana dengan kondisi kita saat ini dan kemarin, hari ini dan esok lusa...???


Hanya kita sendiri yang dapat mengubah sikap kita ini...

Solusinya sekarang kita hidup seperti pada kisah *Abu Nawas* ini.😅🐸